Picu Kerumunan, Penyaluran Bansos Harus Dievaluasi

Ilustrasi bantuan
17 Mei 2020 19:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto, menilai penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial belum dijalaankan sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Ia meminta agar cara penyaluran dievaluasi sehingga tidak ada lagi kerumunan warga untuk mengambill uang bantuan senilai Rp600.000.

Contoh kerumunan saat pengambilan bantuan bisa dilihat saat pencairan di Kecamatan Semanu. Pagi ini [Minggu,17/5/2020] banyak orang yang berkumpul dalam jumlah besar untuk mengantre mengambil BST,” kata Ari kepada wartawan, Minggu.

Menurut dia, kerumunan warga saat mengambil bantuan tidak hanya terlihat di Kecamatan Semanu, tetapi juga terjadi di wilayah lain. Di tengah pandemi Corona hal ini harus diantisipasi sehingga tidak menjadi penyebab penyebaran virus yang lebih luas lagi. “Begitu mendengar kabar saya langsung menghubungi Dinas Sosial. Mereka pun siap mengevaluasi agar penyaluran di tahap selanjutnya bisa lebih baik lagi,” kata Ari.

Ari berharap saat pencairan ada koordinasi dengan pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP untuk membantu mengatur warga sesuai dengan standar pencegahan Covid-19. “Jangan sampai ada kerumunan lagi karena risikonya sangat besar. Harus ada perbaikan dalam penyaluran,” ungkap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurut dia, permasalahan BST tidak semata-mata pada cara penyaluran bantuan, tetapi ada masalah lain yakni data penerima apakah sudah tepat sasaran atau belum. “Ini juga harus diselesaikan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” kata Ari.