Kraton Jogja: Grebeg Syawal dan Numplak Wajik Ditiadakan

Salah satu tradisi grebeg yang dilaksanakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat - Harian Jogja/Sunartono
19 Mei 2020 14:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebagai langkah mencegah penyebaran virus Corona penyebab Covid-19, tahun ini Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat meniadakan salah satu Hajad Dalem yang rutin dilaksanakan saat hari raya Idulfitri, yakni Grebeg Syawal dan Numplak Wajik.

1 Sawal wawu 1953/1441 Hijriah tahun ini jatuh pada Minggu (24/5/2020) mendatang. Grebeg Syawal yang biasanya dilaksanakan dengan arak-arakan gunungan pada tanggal itu, kali ini ditiadakan. Selain itu, Numplak Wajik yang biasa dilaksanakan tiga hari sebelum Grebeg Syawal juga tidak digelar.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitraputra Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono, menuturkan keputusan tersebut merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap risiko penyebaran Covid-19. “Penyebaran Covid-19 dapat terjadi dalam kerumunan,” ujarnya, Selasa (19/5/2020).

Di samping itu kata dia, peniadaan Grebeg Syawal dan Numplak Wajik ini menjadi bentuk kepekaan Kraton dalam menaati imbauan pemerintah pusat untuk selalu menerapkan social distancing dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain meniadakan dua kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan tersebut, untuk mendukung pemutusan rantai penyebaran Covid-19 Kraton telah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Kraton. 

“Kami juga membekali alat perlindungan diri bagi para Abdi Dalem seperti masker dan hand sanitizer. Selama pandemi Covid-19, kami juga meliburkan berbagai kegiatan seni pertunjukan seperti pementasan regular di bangsal Srimanganti,” ungkapnya.

Meski demikian, proses pembelajaran budaya mengenai Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak serta merta berhenti. Penghageng tepas tandha Yekti GKR Hayu, menjelaskan pada masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya justru semakin giat menghadirkan edukasi seputar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat secara online, melalui media sosial dan youtube.

Sejak akhir Maret lalu, media sosial dan youtube Kraton telah menyajikan beragam konten budaya seperti lomba tari online Beksan Nir Corona, tutorial tayungan dan tutorial macapat. ketiganya adalah beberapa kegiatan yang berada di bawah naungan KHP Kridhomardowo.

“Selain bertujuan sebagai sarana edukasi virtual mengenai Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, konten-konten tersebut juga diharapkan dapat menjadi referensi kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat sembari tetap berada di rumah,” ujarnya.