Video Pasien Covid-19 Kabur dari RS Wirosaban Hoaks, Pemkot: Ambulansnya Ada Lambang Pemda DIY

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menandatangani deklarasi Kampung Panca Tertib di Kepuh Balapan, Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Jogja, Minggu (23/2/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
21 Mei 2020 21:12 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Video yang mengabarkan adanya pasien Covid-19 kabur dari RSUD Wirosaban yang banyak beredar di media sosial pada Kamis (21/5/2020) dipastikan tidak benar alias hoaks.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi langsung mengecek kabar tersebut ke rumah sakit dan juga puskesmas di Kota Jogja.  “Kita sudah mengecek di RSUD Yogyakarta [Wirosaban], semua pasien ada di ruangannya semua. Dan tidak ada yg keluar. Artinya terkondisi aman di dalam kamarnya masing-masing,” ujar Heroe, Kamis malam.

Dengan demikian, Gugus Tugas memastikan bahwa jikalau memang benar ada pasien yang keluar dan dikejar, itu bukan dari RSUD Yogyakarta.

“Namun posisi sekarang sedang kami ditelusuri, apakah memang ada pasien yang konfirm seperti itu dan berkeliaran di luar, kita juga sedang telusuri apakah ada rumah sakit yang pasiennya sedang keluar?” ujar Wakil Walikota Jogja ini.

Namun, lanjut Heroe, berdasarkan penelusuran di semua rumah sakit di Kota Jogja dan puskesmas tidak ada pasien yang keluar. Puskesmas juga menyatakan tidak mengirimkan pasien dengan ambulans seperti yang ada dalam video.

“Dengan demikian video dan narasi yg sempat viral, sampai saat ini tidak jelas apa tujuannya. Sementara saat ini jajaran Pemkot Jogja sedang melakukan koordinasi untuk memperoleh informasi dari DIY mengingat ambulans yang digunakan ada lambang Pemda DIY,” ungkap Heroe.