Arak-arakan Ditiadakan, Ubarampe Gunungan Garebeg Sawal Tetap Dibagikan

Ilustrasi - Freepik
25 Mei 2020 00:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJAHajad Dalem Garebeg Sawal yang menjadi salah satu tradisi Lebaran di Jogja ditiadakan tahun ini. Tradisi yang ditandai dengan arak-arakan gunungan yang sedianya berlangsung pada Minggu (24/5/2020) terpaksa ditiadakan mengingat masa tanggap darurat Covid-19 belum dicabut. Selain itu serangkaian kegiatan lain seperti Numplak Wajik, Ngabekten, hingga Ringgitan Bedhol Songsong juga tidak diselenggarakan tahun ini.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Jogjakarta GKR Condrokirono mengatakan peniadaan sejumlah kegiatan Garebeg Sawal adalag upaya menekan risiko penyebaran Covid-19 karena Garebeg Sawal dapat menimbulkan kerumunan massa. "Hal ini juga bentuk kepekaan Kraton Jogja dalam menaati imbauan pemerintah," ujar dia.

Meski demikian, ubarampe gunungan tetap dibagikan dengan tetap menjalankan standar protokol kesehatan. “Arak-arakan gunungan beserta para prajurit memang ditiadakan, akan tetapi ubarampe gunungan yang berupa rengginang tetap dibagikan," ujarnya.

Menurut GKR Condrokirono, tetap dibagikannya ubarampe tersebut sebagai salah satu usaha Kraton Jogja dalam melestarikan tradisi di tengah pandemi.

GKR Condrokirono berharap esensi dari Garebeg Sawal tidak hilang. Garebeg pada zaman dahulu dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini  “Prosesi ini tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya," jelasnya.

Ubarampe gunungan terlebih dahulu dirangkai dan diletakkan satu malam di Bangsal Srimanganti pada Sabtu (23/5/2020). Selanjutnya, gunungan dibagikan pada Minggu (24/5/2020) pukul 08.30 WIB di Bangsal Srimanganti yang dipimpin langsung GKR Mangkubumi.

Setidaknya ada 2.700 tangkai rengginang yang disiapkan. Jumlah rengginang disesuaikan dengan jumlah ubarampe dalam Gunungan Estri dan Gunungan Dharat pada saat Upacara Garebeg. “Distribusi rengginang ke seluruh abdi dalem diberikan melalui penghageng setiap tepas atau kawedanan supaya tidak menimbulkan kerumunan," ujar GKR Condrokirono.

Penghageng dan abdi dalem yang menerima ubarampe gunungan wajib menggunakan masker dan mematuhi standar protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan menjaga jarak.