Warga Piyungan Bantul Sudah 2 Bulan Terinfeksi Corona Tapi Tak Kunjung Sembuh

Foto ilustrasi. - Reuters
28 Mei 2020 18:57 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Jumlah pasien positif Covid-19 di DIY hingga Kamis (28/5/2020) mencapai 228 kasus.

Sebanyak 143 di antaranya dinyatakan sembuh setelah hasil tes swab dengan metode PCR dilaporkan negatif dua kali berturut-turut.

Namun demikian masih ada puluhan lainnya yang kini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di DIY. Bahkan sebagian pasien yang hingga kini belum sembuh itu telah menjalani perawatan di rumah sakit selama berbulan-bulan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona atau Covid-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa atau dokter Oki mengatakan, salah satu pasien asal Bantul yakni pasien Kasus 30 misalnya telah dirawat di rumah sakit selama dua bulan.

Lelaki 59 tahun asal Kecamatan Piyungan itu menurutnya sudah terdeteksi Covid-19 sejak Maret tetapi hingga kini belum sembuh. "Sudah di-swab berulang kali mungkin sudah lima kali tapi tetap saja hasilnya masih positif," kata Oki, Kamis (28/5/2020).

Beruntung kata dia, kondisi pasien tersebut dilaporkan dalam keadaan baik alias tidak ada penyakit penyerta atau komorbid yang memperburuk kondisi kesehatannya akibat virus Corona yang menginfeksi pasien tersebut.

Lelaki tersebut menurutnya diduga terinfeksi virus Corona saat mengantar penumpang di Bandara Adisutjipto Jogja. "Dia driver mengantar penumpang, dugaannya terpapar [virus Corona] dari sana," kata dia.

Sedangkan siapa penumpang yang diduga menulari Covid-19 ke pasien tersebut hingga kini tak terlacak karena tak dikenali identitasnya.

Selain kasus lelaki asal Piyungan ada pula menurut Oki sejumlah warga Bantul yang positif Covid-19 sudah berhitung bulan tetapi belum sembuh.

"Di RSLKC [Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19] ada pasien yang sudah lebih dari sebulan belum sembuh. Di RSPS [RS Panembahan Senopati] ada satu juga yang sudah sebulan. Yang di RS Bethesda juga hampir satu bulan," katanya.

Pemkab kata dia menyebut fenomena tersebut sebagai kasus spesial yang butuh penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu penyebabnya. "Ini kasus spesial," tuturnya.