Kemendikbud Beri PCR & APD ke UGM

Kemendikbud memberikan satu set peralatan PCR dan APD kepada UGM, Kamis (28/5/2020). - Ist/Humas UGM
29 Mei 2020 09:47 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ditjen Dikti Kemendikbud memberikan bantuan satu set peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan alat pelindung diri (APD) kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (28/5/2020). Bantuan ini nantinya diperuntukan bagi Rumah Sakit Akademik UGM.

Sekjen Kemendikbud, Ainun Na'im mengatakan bantuan satu set PCR dan APD ini diberikan dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Diharapkan alat-alat ini dapat dimanfaatkan dengan baik sekaligus membantu masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Menurutnya, Kemendikbud sedang melakukan berbagai perubahan dan penyesuaian rencana kerja dan anggaran terkait adanya pandemi Covid-19. Tidak hanya menyangkut alokasi untuk pengadaan dan bantuan pada rumah sakit dan fakultas kedokteran, tetapi juga untuk menjaga kelancaran proses belajar mengajar.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan efektif mencegah Covid-19, membantu masyarakat, menjaga bahkan meningkatkan layanan Tridarma Perguruan Tinggi kita," tuturnya.

Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan bantuan ini diperuntukan bagi Rumah Sakit Akademik UGM. “Bantuan ini tentu akan menambah kemampuan RSA dalam menangani Covid-19, tidak hanya pencegahan dan penanganan untuk warga UGM, tapi juga untuk warga Jogja dan sekitarnya," katanya.

Menurutnya, RSA UGM hingga saat ini telah menangani sebanyak 11 pasien positif Covid-19 dengan kondisi pasien yang tergolong baik sehingga tidak sampai menggunakan ventilator serta masih bisa ditangani dengan menambahkan asupan vitamin dan makanan bergizi.

Ia berharap di masa pandemi ini kampus dengan cepat menemukan penciptaan alat-alat kesehatan dan obat-obat dari kampus-kampus. "Kalaupun terpaksa impor hanya bagian-bagian yang utama saja, tetapi yang lainnya tetap bisa dibuat dan dirakit di dalam negeri untuk dapat kita manfaatkan," terangnya.