Ini Antisipasi Pemkot Jogja Apabila Covid-19 Melonjak Saat New Normal

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mencoba mengisi sensus online, Senin (9/3/2020). - Ist/Dok
29 Mei 2020 19:17 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja menyiapkan ruangan isolasi untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di wilayah ini saat pemberlakuan new normal atau tatanan kehidupan baru.

Wakil Wali Kota sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi menyatakan ada kekhawatiran kasus Covid-19 bakal melonjak saat new normal, saat aktivitas sosial masyarakat dilonggarkan.

Oleh karenanya, kata dia, pemerintah telah mengantisipasi antara lain menyiapkan kapasitas layanan kesehatan. Saat ini sudah ada 100 kamar isolasi yang disiapkan Pemkot Jogja. Sebanyak 100 kamar itu mulanya disiapkan apabila terjadi ledakan kasus Covid-19 akibat klaster Indogrosir. “Saat kami melakukan rapid test pengunjung Indogrosir, itu kami sudah siapkan ruangan,” kata Heroe Poerwadi, Kamis (28/5/2020). 

Namun sejauh ini ledakan kasus akibat klaster besar itu tak terjadi. Alhasil kata dia, sebanyak 100 kamar itu kini disiapkan untuk menghadapi new normal

Opsi lainnya menjadikan RSUD Jogja sebagai rumah sakit khusus melayani pasien Covid-19. Selama ini RS yang biasa disebut RS Wirosaban itu melayani pasien umum. Pemkot lanjutnya telah meminta semua direktur rumah sakit di wilayah ini untuk mempersiapkan ruang isolasi apabila ada peningkatan kasus saat new normal

“Itu pilihannya [menjadikan RSUD Wirosaban sebagai RS khusus Covid-19] kalau ada lonjakan kasus,” katanya. Menghadapi new normal pula, kapasitas pemeriksaan dengan tes cepat atau rapid test bakal digencarkan di sejumlah tempat publik yang terdapat keramaian seperti pasar tradisional dan pasar modern. Tes cepat untuk melacak orang yang diduga terinfeksi Corona dan segera mengamankannya agar tak menulari orang lain.