Siap-Siap New Normal, Objek Wisata Gunungkidul Sebagian Dibuka Akhir Juni

Sejumlah warga di Pantai Baron melihat gelombang tinggi yang menerjang Pantai Selatan Gunungkidul, Jumat (29/5/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
29 Mei 2020 15:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul mulai merumuskan operasional destinasi wisata di era new normal. Protokol kesehatan menjadi patokan utama pada saat objek wisata dibuka. Ada kemungkinan akhir Juni objek wisata akan dicoba dibuka.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan jawatannya sudah mulai mempersiapkan prosedur standar operasional (SOP) untuk pembukaan destinasi wisata. Menurut dia, SOP sangat dibutuhkan agar pembukaan objek bisa berlangsung aman sehingga tidak menjadi penyebab penyebaran Corona. “Masih dirumuskan,” katanya.

Selain menyediakan fasilitas cuci tangan untuk pengunjung, dinas pariwisata berencana meyediakan klinik untuk pemeriksaan. “Harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga saat dibuka benar-benar aman,” katanya.

Menurut Asti, pembuatan tempat cuci tangan akan dianggarkan dalam APBD. Namun sebelum anggaran bisa dicairkan, para pelaku wisata bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan. “Yang sederhana saja karena yang terpenting bisa digunakan untuk cuci tangan,” katanya.

Asti mengakui objek wisata tidak serta merta langsung dibuka semuanya dan harus ada uji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara menyeluruh di setiap destinasi. “Kami coba dulu. Nanti kalau berhasil, objek lain akan dibuka. Mudah-mudahan akhir Juni bisa dilakukan uji coba,” katanya. 

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan daerah lain di DIY juga menyiapkan protokol kesehatan di objek wisata. “Kami juga menunggu instruksi dari gubernur,” kata Badingah.

Menurut dia, pariwisata menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di Gunungkidul. Sejak pandemi Corona selama hampir tiga bulan, pelaku usaha di bidang wisata berhenti beroperasi karena destinasi wisata ditutup. Badingah berharap masyarakat mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti anjuran pemerintah. “Protokol kesehatan pencegahan Corona harus benar-benar diterapkan sehingga destinasi bisa aman dari penyebaran,” kata Badingah.