Dua Atlet Menembak Gunungkidul Bidik Tiket Olimpiade 2028
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Wahana flyboard di Pantai Baron./IG @flyboardbaron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menjelang penerapan new normal, sejumlah objek wisata mulai bersiap menyambut pelancong. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengingatkan agar pembukaan objek wisata benar-benar dikaji secara matang.
Dewi berharap jangan sampai pembukaan ini malah menjadi tempat penyebaran virus Corona yang lebih luas. “Untuk saat ini masih sangat riskan dan rawan terjadi penyebaran,” kata Dewi kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan karena lokasi wisata menjadi salah satu tempat berkumpulnya banyak orang yang berasal dari berbagai daerah. Menurut dia, di waktu normal masih banyak masalah terkait dengan penyelenggaraan wisata mulai dari kemacetan hingga pengunjung di kawasan pantai yang tidak mengindahkan imbauan petugas untuk tidak bermain di area berbahaya.
Berbagai permasalahan inilah yang menjadi dasar agar wacana pembukaan objek wisata dikaji dengan matang sehingga tidak menjadi klaster penyebaran Corona baru. “Itu yang harus diperhatikan sehingga pelaksanaannya bisa benar-benar baik dan bukan malah menimbulkan masalah baru,” katanya.
Disinggung mengenai kehidupan new normal, Dewi mengakui bahwa kebijakan ini belum sepenuhnya bisa diterapkan. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti pemakaian masker, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan lain sebagainya. “Yang jelas tempat-tepat umum harus menyediakan fasilitas serta melaksanakan protokol kesehatan, misalnya tempat warung makan dan toko-toko. Jika protokol belum bisa diterapkan, maka masih sangat riskan terjadi penularan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Asti Wijayanti, mengatakan jajarannya mulai mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk pembukaan destinasi wisata. Menurut dia, SOP ini sangat dibutuhkan agar pembukaan objek bisa berlangsung aman sehingga tidak menjadi penyebab penyebaran Corona. “Masih dirumuskan,” katanya.
Asti menjelaskan pembukaan objek wisata harus mengacu pada standar protokol kesehatan pencegahan Corona. Selain menyediakan fasilitas cuci tangan untuk pengunjung, Dispar berencana menyediakan klinik untuk pemeriksaan. “Harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga saat dibuka benar-benar aman,” katanya.
Menurut Asti, pembuatan tempat cuci tangan dianggarkan dalam APBD. Namun sebelum anggaran bisa dicairkan, para pelaku wisata bisa ikut berpartisipasi dalam pembuatan. “Yang sederhana saja karena yang terpenting bisa digunakan untuk cuci tangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 7 Oktober 2026 tersedia untuk lima rute. Cek jam keberangkatan dan tarif DAMRI YIA-Jogja lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo lengkap di sini.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 7 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.