Gara-Gara Penyalur Ikan dari Gunungkidul Positif Covid-19, Puluhan Pedagang Pasar Kranggan Jalani Rapid Test

Ilustrasi - Freepik
04 Juni 2020 18:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan pedagang ikan di Pasar Kranggan terpaksa menjalani rapid diagnostic test (RDT) Covid-19 setelah satu penyalur ikan asal Gunungkidul dinyatakan positif terinfeksi Corona. Dari 39 pedagang ikan, satu orang dinyatakan reaktif.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan penyalur ikan ini memiliki riwayat perjalanan di beberapa tempat, seperti ke Semarang, Pasar Kolombo Sleman, dan Pasar Kranggan Jogja.

“Setelah kami mengetahui supplier tersebut terkonfirmasi positif, kami segera menelusuri kontak di Pasar Kranggan, hasilnya dari 39 pedagang ikan, satu orang reaktif melalui RDT,” ujar Heroe, Kamis (4/6/2020).

Satu pedagang ikan yang reaktif adalah warga asal Sleman. Heroe mengatakan skema penelusuran (tracing) yang digunakan mirip dengan teknik tracing Indogrosir. “Kami sasar pedagangnya dulu, kalau ada yang positif baru kami tracing pengunjungnya,” terangnya.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja tengah melakukan RDT di pasar-pasar.  Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Yunianto Dwi Sutono menegaskan meski ada RDT, pasar tetap beroperasi seperti biasa. “Operasional pasar tetap lancar,” ujarnya.

Heroe mengatakan meski ada satu pedagang ikan Pasar Kranggan yang reaktif, belum ada rencana untuk menutup pasar.  “Kan baru reaktif, belum terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Saat ini Pemkot Jogja tengah menyusun protokol baru untuk diaplikasikan di pasar tradisional guna mencegah penyebaran Covid-19. Heroe menjelaskan pembatasan kontak antara pedagang dan pembeli sudah dilakukan.

“Namun saat ini kami tengah menyusun agar kontak antar pembeli bisa dibatasi, jadi jalan lorong akan menggunakan tali pembatas agar pembeli tidak bisa saling berpapasan,” ujarnya.

Selain itu Heroe juga sedang menimbang sistem masuk pedagang pasar bergantian.