4 Kecamatan dan 6 Desa di Sleman Masih Masuk Zona Merah Corona! Ini Daftarnya

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
05 Juni 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Empat kecamatan dan enam desa di wilayah Sleman masih masuk zona merah. Zona merah ini dilabelkan pada suatu kecamatan jika ada salah satu desa terdapat satu kasus positif Covid-19 dalam sebulan terakhir.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan pembaruan status epidemiologi Covid-19 tertanggal 4 Juni 2010. Surat yang ditandatangani Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo ini berisi data terkait status epidemiologi Covid-19 di 17 kecamatan dan 86 desa di wilayah Sleman.

Berdasarkan surat tersebut, Dinkes membagi empat katagori zonasi epidemiologi Covid-19. Mulai zona merah, orange, kuning dan hijau. Masih berdasarkan surat tersebut, hingga Juni 2020 terdapat empat kecamatan dan enam desa yang masih berstatus zona merah Covid-19.

Keempat wilayah yang masih masuk zona merah meliputi Gamping, Mlati, Depok dan Ngemplak. Adapun enam desa yang masih berstatus zona merah meliputi Balecatur dan Banyuraden (Gamping), Tlogoadi, Tirtoadi (Mlati) Caturtunggal (Depok) dan Wedomartani (Ngemplak). "Suatu kecamatan masuk zona merah jika dalam satu bulan terakhir, terdapat penularan Covid-19 [transmisi lokal] di satu desa atau lebih," katanya, Jumat (5/6/2020).

Terpisah, Camat Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih mengatakan dari lima desa hanya satu desa yang termasuk zona merah (Wedomartani). Adapun empat desa lainnya statusnya masuk zona hijau. Hal ini terjadi karena Satgas Covid-19 terus melakukan kegiatan promotif dan preventif terkait Covid-19. "Kami selalu pantau perkembangan kasus pasien Covid-19. Satgas dan warga tetap saling mengingatkan untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Untuk bisa keluar dari zona merah, selain terus berupaya memutus manta rantai penyebaran kasus Covid-19, Kecamatan Ngemplak masih menunggu kesembuhan kasus positif Covid-19 dari Klaster Indogrosir. "Saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum sembuh. Nanti kalau sudah sembuh insyaallah Ngemplak bisa terlepas dari zona merah," katanya.