Orang Tua di Jogja Takut Anak Tertular Covid-19, Tingkat Imunisasi Turun Drastis

Ilustrasi imunisasi. - Harian Jogja/Desi Suryanto
07 Juni 2020 23:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Angka imunisasi di puskesmas di Kota Jogja turun sampai 50% lantaran banyak orang tua khawatir anak mereka tertular Covid-19.

Kepala Seksi Pengendalian PenyakitMenular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan penurunan tersebut merupakan rata-rata dari jumlah penurunan angka imunisasi yang didapatkan dari sejumlah puskesmas.

“Ada juga yang persentasenya tidak sampai segitu [50 persen] tetapi 50 persen itu penurunan rata-rata di puskesmas. Untungnya, saat ini sudah mengalami peningkatan angka imunisasi,” paparnya, Minggu (7/6/2020).

Kekhawatiran akan tertular Covid-19 menjadi momok bagi orang tua yang ingin memberikan imunisasi kepada anaknya. Itu menjadi alasan utama menurunnya minat imunisasi di puskesmas. Faktor lainnya adanya kekosongan vaksin polio sehingga ortu menunda rencana imunisasi polio.

Vaksin yang biasa diberikan petugas kesehatan di puskesmas biasanya menyasar anak-anak yang berusia satu tahun dan vaksin booster ketika anak berusia 18 bulan.

“Jadi mulai anak lahir ada vaksin hepatitis B. Usia anak baru satu bulan adalah vaksin BCG. Usia anak dua sampai 16 bulan itu ada vaksin pentabio dan polio namun vaksin polio ini sedang kosong,” ucap Endang.

Saat ini, puskesmas sudah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam melayani permintaan imunisasi. Pelayanan imunisasi dipisahkan antara pasien infeksi dan noninfeksi. Kemudian sebelum masuk puskesmas, setiap pengunjung mencuci tangan di wastafel yang sudah disediakan.

Pengunjung juga harus pakai masker. Pengantar dilarang masuk ke puskesmas apabila pasien tidak membutuhkan pendampingan. Tempat duduk pengantre juga diatur agar pengunjung satu dan lainnya menerapkan jaga jarak. Anak yang akan diimunisasi diwajibkan untuk tetap memakai masker.

Warga Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Jojo, 30, mengaku sempat khawatir untuk datang ke puskesmas. Namun, kekhawatiran itu mesti dihadapi dan dihilangkan apabila memang perlu ke puskesmas.

"Rasa takut memang ada namun jika ada keadaan mendesak, ya mau bagaimana lagi. Harus pergi ke puskesmas maupun rumah sakit,” kata dia.