Sambut New Normal, Pelaku Wisata Butuh Pendampingan

Kendaraan melintasi jalan dari dan menuju objek wisata Kalibiru, Kecamatan Kokap, Kulonprogo sebelum adanya pandemi pada Selasa (21/5/2019) silam.-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
08 Juni 2020 08:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pelaku wisata di Kulonprogo ingin penerapan tatanan baru atau new normal di objek wisata bisa didahului dengan adanya pendampingan dari instansi terkait. Hal ini dilakukan supaya para pengelola wisata bisa memberi pelayanan sesuai standar protokol Covid-19.

"Pendampingan itu sangat diperlukan ya, supaya kami ini benar-benar paham bagaimana teknisnya di lapangan, jangan sampai malah jadi bumerang buat kami maupun wisatawan itu sendiri," ujar Suisno selaku pengelola wisata Gua Kiskendo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Minggu (7/6/2020).

Suisno juga meminta agar pemilihan obwis yang dibuka sebagai percontohan penerapan new normal di Kulonprogo dapat dipilih dengan baik. Jangan asal-asalan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kulonprogo, Nining Kunwantari mengatakan penerapan New Normal di obyek wisata di Kulonprogo masih menunggu keputusan Gubernur DIY. Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan pelbagai hal terkait penerapan itu di lapangan, yang nantinya menyesuaikan kebijakan provinsi.

"Banyak yang harus disiapkan terkait pembukaan obyek wisata, seperti adanya petugas kesehatan yang wajib ada disetiap tempat yang dipilih. Nantinya penyemprotan yang dilakukan rutin hingga ke sarana prasarana yang ada di tempat wisata tersebut," ucap Nining.

Selain itu diutamakan wisatawan lokal agar lebih mudah dikondisikan. Setiap pengunjung yang datang, nantinya juga akan diperiksa mulai dari pencatatan nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor hp yang bisa dihubungi dan lainnya.

Namun yang perlu diingat, lanjutnya, itu semua masih sebatas rencana. Sebab pihaknya tetap mengacu pada aturan pemda DIY. Dijelaskannya Pemda DIY kini sedang menyiapkan regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait new normal itu. Apabila nanti dibuka, kemungkinan belum bisa semua objek wisata, melainkan baru beberapa sebagai pilot project.