Selama Perpanjangan PSBB, Pergerakan Masyarakat Justru Meningkat 23 Persen

Plang tanda "check point" pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis (23/4/2020). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
10 Juni 2020 15:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pergerakan masyarakat Indonesia justru meningkat sekitar 23% di tengah perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijakan pembatasan aktivitas lainnya masih diberlakukan di berbagai daerah

Manajer Konten Lifepal Ruben Setiawan menjelaskan berdasarkan hasil riset Lifepal.co.id mencatat, berdasarkan data di Apple Mobility Trends, pergerakan masyarakat menurun sejak pertengahan Maret dan cenderung stabil sepanjang April. Namun kembali meningkat di bulan Mei. Mobilitas warga terendah ada saat hari pertama puasa.  Grafik dari Apple Mobility Report menunjukkan adanya penurunan mobilitas masyarakat sejak 10 Maret, yang berangsur-angsur turun hingga mencapai titik terendahnya pada tanggal 25 Maret.

“Di mana pergerakan masyarakat turun hingga -65%. Sepanjang bulan Maret, mobilitas cenderung stabil dengan kenaikan berkisar antara 1 hingga 2 persen saja. Memasuki bulan April, penurunan mobilitas masyarakat juga masih bertahan dengan rerata aktifitas di -63%. Titik terendah mobilitas warga tercatat pada tanggal 24 April 2020, atau tepatnya di hari pertama puasa Ramadan dengan persentase rata-rata mobilitas sebesar -67%,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (10/6/2020).

Memasuki awal Mei 2020, mobilitas justru terlihat mulai naik. Peningkatan mobilitas warga sudah mulai terlihat pada tanggal 1 Mei 2020, saat rata-rata mobilitas warga berada di angka -62%. Menurutnya tanggal 1 merupakan titik mobilitas terendah di bulan Mei, karena kurva mobilitas terus mengalami kenaikan. Pada tanggal 24 Mei 2020 atau lebih tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri, mobilitas sempat mengalami penurunan kembali ke level -51%.

“Setelah itu, aktivitas masyarakat kembali bertambah, hingga mencapai titik tertinggi -40% pada tanggal 30 dan 31 Mei 2020. Secara total, sepanjang bulan Mei, rata-rata mobilitas warga ada di angka -54%, naik 9% dari bulan April,” ujarnya.

Ia menambahkan secara garis besar terhitung sejak April 2020 hingga Juni 2020 rata-rata mobilitas warga justru meningkat sebesar 23%. Hal itu tentu mengejutkan lantaran kurva kasus Covid-19 Indonesia belum menunjukkan  tren penurunan. Saat ini pemerintah sedang mewacanakan new normal di beberapa bidang dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Tidak dapat dipastikan apa penyebab naiknya mobilitas masyarakat di tengah berbagai kebijakan pembatasan aktivitas, termasuk PSBB. Dengan kata lain, tidak diketahui pasti apa yang membuat warga lebih berani beraktivitas sebulan belakangan. Mungkin penyebabnya adalah munculnya berbagai wacana soal pemberlakuan new normal,” ujarnya.