DBD di Gunungkidul Turun saat Kemarau, Warga Tetap Diminta Siaga
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Ilustrasi/Antara-Umarul Faruq\n
Harianjogja.com, WONOSARI—Sebanyak 96 pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, menjalani tes cepat (rapid test) Corona, Rabu (10/6/2020). Total ada 96 pedagang yang diperiksa dan lima orang dinyatakan reaktif.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan tes cepat terhadap pedagang ini merupakan hasil penelusuran kasus pedagang ikan yang positif Covid-19 di Desa Bejiharjo, Karangmojo.
Menurut dia, ada 96 pedagang yang mengikuti tes. Lima orang dinyatakan reaktif. Meski demikian, kata Dewi, masyarakat tidak perlu khawatir karena pedagang yang reaktif belum tentu positif terinfeksi virus Corona. “Bagi yang negatif, nanti akan dites ulang. Pelaksanaannya dilakukan sepuluh hari setelah tes pertama,” ungkapnya.
Dewi mengatakan kluster pedagang ikan sudah memasuki penularan generasi ketiga. Penelusuran pun terus dilakukan. Selasa (9/6/2020), Dinas Kesehatan Gunungkidul menggelar rapid test untuk 78 warga yang menjalin kontak dengan pasien positif, tetapi semua dinayatakan negatif. “Kami terus lakukan penelusuran agar penularan tidak terus bertambah,” kataya.
Saat ini, sudah ada 44 kasus Covid-19 di Gunungkidul dengan rincian 36 orang dinyatakan sembuh, satu pasien meninggal dunia, dan tujuh pasien positif masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD di Gunungkidul turun saat kemarau, namun warga tetap diminta waspada karena potensi penularan masih ada.
Penggerebekan narkoba di Katingan ricuh, satu polisi gugur dan dua anggota hilang. Pencarian masih berlangsung.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Ichsan Pratama. Gelandang kunci Super Elja musim lalu kini meninggalkan tim.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.
KPI 2026 resmi ditutup di Sleman dengan Janji Publik dan penguatan kolaborasi daerah untuk membangun pendidikan yang inklusif.