Puluhan Warga Baleharjo Nikmati Biogas dari Sampah di TPAS Wukirsari

Sebuah alat berat digunakan untuk menimbun sampah di kawasan TPAS Wukirsari, Desa Baleharjo, Wonosari, Sabtu (6/6 - 2020).Istimewa/Dokumen UPT Kebersihan dan Pertamanan
11 Juni 2020 21:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya 70 kepala keluarga di sekitaran Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, bisa menikmati aliran biogas secara gratis. Bahan bakar untuk memasak ini berasal dari pengelolaan sampah yang dijadikan sumber energi sehingga manfaatnya bisa dirasakan warga sekitar.

Kepala Dusun Wukirsari, Sutrisno, mengatakan program biogas dari TPAS Wukirsari sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Total hingga saat ini sudah ada sekitar 70 KK yang mendapatkan fasilitas ini. “Sampah di TPAS diubah menjadi energi biogas untuk kemudian didistribusikan kepada warga sekitar,” katanya, Kamis (11/6).

Meski tidak ikut menikmati biogas, Sutrisno mengakui berdasarkan laporan dari warga penerima manfaat, pasokan biogas cukup lancar. Hanya, saat musim penghujan sedikit terkendala karena proses tidak maksimal sehingga gas yang dialirkan ke warga agak terganggu. “Kalau cuaca panas pasokan biogas lebih lancar sehingga nyala api bisa lebih besar,” katanya.

Menurut dia, keberadaan biogas di TPAS Wukirsari sangat membantu warga sekitar. Meski demikian, kata Sutrisno, masalah bau masih mengganggu aktivitas warga. “Tinggal bau yang kami keluhkan. Harapannya pencemaran ini bisa ditekan agar tidak mengganggu masyarakat,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul, Heri Kuswantoro, mengatakan penyaluran biogas ke warga merupakan program yang telah dijalankan. Menurut dia, hingga sekarang warga telah menikmati fasilitas ini. “Ada jaringan pipa biogas yang disalurkan ke rumah-rumah warga,” katanya.

Disinggung mengenai pengelolaan sampah, Heri mengakui pengelolaan di TPAS Wukisari merupakan yang terbaik di DIY. Salah satunya dengan adanya asas manfaat dari proses pengolahan sampah menjadi biogas untuk masyarakat. “Klaim ini bukan dari kami. Penilaian ini disampaikan Pemda DIY,” katanya.

Untuk permasalahan bau, pengelola terus berusaha menekan timbulnya bau sampah dari TPAS Wukirsari. Ada beberapa langkah penanganan mulai dari penataan, pemerataan, pemadatan hingga penimbunan sampah dengan tanah uruk. “TPAS tetap menimbulkan bau, tetapi kami berusaha untuk menguranginya,” katanya.