Bermodal Sel Surya, 2 Siswa SMKN1 Pundong Ciptakan Alat Pengusir Hama

Dua siswa SMKN 1 Pundong, Muhammad Raihan Khoirilah dan Rosyid Jauhar, memeragakan penggunaan alat pengusir hama, Sabtu (13/6/2020). - Harian Jogja/Jumali
14 Juni 2020 23:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Inovasi di bidang pertanian dilakukan oleh dua siswa SMK Negeri (SMKN)1 Pundong, Bantul, Muhammad Raihan Khoirilah dan Rosyid Jauhar.

Sejak empat bulan lalu dua siswa Kelas XI jurusan Teknik Audio Video (TAV) ini dibantu oleh guru pembimbingnya merakit perangkap hama tenaga surya. Setidaknya, ada 10 unit perangkap wereng yang telah dibuat.

Tak hanya ramah lingkungan, alat ini juga dinilai mampu menghemat biaya produksi petani. Sebab, harga alat ini lebih murah dibandingkan harga pestisida. “Alat ini bisa dengan mudah dipindahkan,” kata Raihan Khoirilah, Sabtu (13/6/2020).

Guru pembimbing TAV SMKN 1 Pundong, Sumarwan, mengatakan alat ini sejatinya hampir sama dengan penangkal hama lainnya. Hany, jika biasanya alat perangkap biasanya memakai aliran listrik dan deterjen, kedua Raihan dan Rosyid mengubahnya menggunakan solar cell atau komponen yang dapat mengubah tenaga Matahari menjadi tenaga listrik.

Mengenai cara kerjanya, lampu di perangkap bakal menyala pada malam hari. Ada empat sisi cahaya yang berguna untuk menarik hama mendekat dan satu sinar ke bawah dapat membuat hama terjatuh dan akhirnya tenggelam di air berisi deterjen. “Dengan tenaga enam Volt, lampu bisa menyala sampai 10 jam,” kata Sumarwan.

Selain hama padi, alat ini bisa digunakan untuk hama bawang merah. Untuk satu hektare lahan bawang merah dibutuhkan 30 unit alat dan dipasang di 30 titik berbeda. “Untuk tanaman pangan lainnya dalam luasan yang sama, hanya membutuhkan 12 unit alat,” katanya.