Nekat Berwisata di Tengah Corona, Puluhan Wisatawan di Parangtritis Tersengat Ubur-Ubur

Anggota SAR Satlinmas Parangtritis sedang mengobati wisatawan yang tersengat ubur-ubur, Minggu (14/6 - 2020). Foto dok. Satlinmas Wilayah III Parangtritis/Ist
14 Juni 2020 17:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Ratusan wisatawan sudah memadati kawasan Pantai Parangtritis dan sekitarnya meski objek wisata tersebut masih ditutup untuk umum karena pandemi Corona. Bahkan puluhan wisatawan terkena sengatan ubur-ubur saat mandi di Pantai Parangtritis.

Koorsdinator Search And Rescue (SAR) Satlinmas Parangtritis, Ali Sutanto Joko S mengatakan sebagian besar wisatawan yang tersengat ubur-ubur adalah anak-anak, “Sampai sore ini sudah ada 50an orang yang tersengat ubur-ubur. Kebanyakan anak-anak tapi ada juga yang dewasa” kata Ali, saat dihubungi Minggu (14/6/2020).

Beruntung semua korban sengatan binatang yang dikenal impes oleh warga Bantul tersebut tidak ada yang sampai dibawa ke rumah sakit. Namun cukup dengan pengobatan tradisional oleh Tim SAR setempat dengan cara dibalur cuka, alkohol, dan salep.

Ali mengatakan kawasan Parangtritis mulai padat pengunjung mulai pukul 11.00 WIB. Namun sebagian besar adalah wisatawan lokal DIY dan sektarnya. Hal itu terlihat dari nomor polisi kendaraan yang diparkir di sekitar pantai. Pihaknya tidak bisa melarang meski Parangtritis masih tertutup untuk umum.

Yang bisa dilakukan Tim SAR adalah dengan mengimbau kepada wisatawan agar tidak berkerumun di pantai sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada penularan Coronavirus Disease (Covid-19), “Kalau ada yang tidak mengenakan masker kami juga tegur supaya dipakai maskernya,” ujar dia.

Selain imbauan physical distancing, pihaknya juga mengimbau wisatawan untuk tidak bermain air terlalu ke tengah dan menjauhi binatang laut yang bergelembung, berakar, dan berwarna kebiruan. Ubur-ubur, kata dia, sepintas memang cukup menarik untuk mainan anak-anak saat bermain air.

Namun sengatan binatang laut tersebut cukup membahayakan, bisa menyebabkan gatal-gatal, panas, perut kencang, hingga sesak napas. Ali menambahkan sebanyak 20 anggota Satlinmas dikerahkan untuk mengamankan wisatawan di kawasan Parangtriis. “Tim SAR 20 bersama anggota Ditpolair 10 personel,” ujar Ali.

Bendahara Wilayah Operasional III Parangtritis, Rini Sulistyati menambahkan muncurnya ubur-ubur beracun tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu. Namun demikian karena masih ada larangan wisatawan berkunjung ke pantai sehingga tidak ada wisatawan yang tersengat ubur-ubur.

“Kan Parangtritis masih ditutup, bahkan sampai hari ini juga masih ditutup. Namun demikian kunjungan wisatawan cukup banyak dan mereka bermain air laut di pinggir pantai,” kata Rini.