ACT DIY Ajak Masyarakat Berkurban Untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Pemberdayaan peternak lokal, untuk menyiapkan hewan kurban yang akan didistribusikan ACT/Ist
15 Juni 2020 18:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Selain sebagai ibadah, berkurban saat Iduladha juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Apalagi ketika hewan kurbannya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat yang tengah terdampak Covid-19.

Semangat inilah yang sedang gaungkan oleh ACT DIY, untuk mengajak masyarakat berkurban walaupun dimasa pandemi, Senin (15/6/2020).

Bersama Global Qurban-ACT DIY momentum kurban tahun ini diharapkan dapat membawa maslahat kurban secara luas dari sisi ekonomi dan sosial melalui program-programnya yang memberdayakan masyarakat. Terutama saat krisis akibat pandemi seperti saat ini, dimana masyarakat banyak terdampak secara ekonomi.

Pesan inilah yang disampaikan oleh Bagus Suryanto selaku Kepala Cabang ACT DIY, Ada manfaat ekonomi yang besar sekali yang dapat di raih dari ibadah kurban. ”Kita melibatkan ratusan bahkan ribuan peternak yang sangat berharap sekali dalam situasi Covid-19 ini. Karena mereka sempat khawatir apakah hewan ternaknya dapat dibeli para pekurban. Oleh karena itu, manfaat ekonomi (dari kurban) adalah membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan bahkan jutaan peternak,” ujar Bagus.

Dalam langkahnya untuk memperluas kebermanfaatan kurban, tahun ini Global Qurban – ACT turut melibatkan masyarakat terdampak pandemi, khususnya korban PHK sebagai Agen Qurban. Dalam sistem keagenan ini, masyarakat diajak untuk terlibat dalam proses pemasaran hewan kurban yang nantinya akan mendapatkan benefit terbaik dari tiap hewan yang terjual. Harapannya, benefit dari penjualan hewan kurban tersebut mampu mengurangi beban perekonomian Agen Qurban yang terdampak oleh wabah Covid-19.

“Global Qurban saat ini melibatkan para Agen Qurban. Ada sedekah kerja di situ. Jadi spirit Global Qurban – ACT di masa pandemi, ini bukan sekadar ibadah memotong daging kurban, tetapi ada ribuan bahkan jutaan masyarakat yang bisa bekerja di sini,” jelas Bagus.

Karena pandemi juga, Global Qurban – ACT nantinya berencana menargetkan akan lebih berfokus menyalurkan kurbannya di wilayah Pulau Jawa karena merupakan episentrum pandemi. Sisanya di luar Pulau Jawa dan luar negeri.

Di Yogyakarta sendiri berdasarkan penjelasan Bagus, pendistribusian hewan kurban nantinya akan difokuskan kepada daerah prasejahtera serta terdampak Covid-19, wilayah-wilayah yang dituju diantaranya Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulon Progo serta, serta Wilayah Sleman bagian atas.

Tahun lalu, Global Qurban – ACT telah sukses mendistribusikan hewan kurban setara kambing sebanyak 35 ribu ekor, yang tersebar di lokal Yogyakarta, pelosok Nusantara, hingga 37 negara yang terdampak kemiskinan dan konflik kemanusiaan. “Tahun ini mohon do’a semuanya Insyaallah ACT akan mendistribusikan manfaat kurban lebih luas lagi yakni dengan target 100.000 hewan kurban setara sapi,” ujar Bagus.

Bagus berharap masyarakat Indonesia dapat berkontribusi di momentum kurban tahun ini, sehingga jutaan saudara-saudara prasejahtera dapat merasakan kebahagiaan sebagaimana yang lain.

“Kita bisa membersamai mereka di masa sulit ini sehingga dapat melalui pandemi ini dengan baik, masyarakat yang turut berqurban dapat menunaikan melalui tautan bit.ly/SalurkanQurban atau melalui BNI Syariah 88 00000 150 atas nama Global Qurban,” Tutup Bagus.