Unik: Rajin Sedekah, Kakek Usia 98 Ini Masih Doyan Makan Tengkleng

Mbah Asrori
15 Juni 2020 18:47 WIB Hery Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Ketika usia beranjak tua, seseorang biasanya mulai mengurangi konsumsi daging. Namun itu tidak berlaku untuk Mbah Asrori. Pria asal Semarang itu kini sudah menginjak 98 tahun. Di usia senja, ia punya kebiasaan unik, yakni melahap tengkleng dan olahan daging sapi lainnya. 

Mbah Asrori punya satu warung langganan, namanya Tengkleng Hohah. Lokasinya di Jalan Wonosari Km 7, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Bantul. Kegemaran Mbah Asrori terhadap tengkleng mendapat pengakuan dari sang pemilik warung, Saptuari Sugiharto. Tercatat, Mbah Asrori sudah tiga kali berkunjung ke warung itu.

“Beliau itu memang unik. Kalau namanya diketik di Google itu profilnya udah banyak,” kata laki-laki yang akrab disapa Saptu itu, Senin (15/6/2020).

Di usia 98 tahun, Mbah Asrori masih gemar menyantap sate dan tengkleng. Padahal, menurut Saptu, gigi Mbah Asrori sudah ompong. Namun sepertinya Mbah Asrori beda dengan orang lain seusianya. Meskipun sudah tua, fisik Mbah Asori bisa dikatakan masih sehat dan bugar.

Saptu menganggap Mbah Asrori mendapatkan kesehatan yang bagus karena rajin sedekah. Setiap pekan Mbah Asrori membagikan minimal 200 nasi bungkus dari uang hasil mengajar ngaji.

“Ditambah lagi, Mbah Asrori juga rajin zikir dan salat.”

Menurut Saptu, itulah yang membuat kondisi fisik terjaga hingga sekarang.

“Kalau bahasanya Mbah Asrori itu penyakit bukan datang dari makanan. Selama rajin sedekah, badan kita akan tetap sehat. Mbah Asrori itu memang luar biasa. Bagus itu kalau dijadikan contoh,” ujar Saptu.

Mbah Asrori juga kerap berkunjung dari satu pesantren ke pesantren lain. Dalam perjalanannya, ia sempatkan waktu mampir ke warung milik Saptu. Di sana, Mbah Asrori menyantap menu favoritnya, yakni Sate Kambing dan Kicik Balungan.