Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Manajemen Indogrosir Yogyakarta mengumumkan beroperasinya kembali swalayan Indogrosir.-Ist/SS Facebook Indogrosir Yogyakarta
Harianjogja.com, JOGJA- Setelah ditutup sejak 5 April lalu lantaran sejumlah karyawannya terinfeksi virus Corona, Swalayan Indogrosir kembali beroperasi. Bahkan operasional swalayan yang ada di jalan Magelang ini pun dilakukan sejak 10 Juni lalu.
Berbeda saat Pemkab Sleman menutup lokasi ini karena virus Corona, beroperasinya kembali swalayan tersebut terkesan diam-diam bahkan nyaris tak terendus media.
Dari penelusuran Harianjogja.com, diakun media sosial Facebook Indogrosir Yogyakarta operasional swalayan tersebut dilakukan sejak 6 Juni lalu. Saat itu, manajemen membuka transaksi dengan cara pemesanan online. Empat hari kemudian atau tanggal 10 Juni, manajemen membuka resmi operasional untuk umum.
Manajemen mengklaim jika swalayan tersebut beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan. Swalayan ini membuka jam operasionalnya mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 sebagaimana SK Bupati Sleman No 43.1/Kep.Kdh.A/2020 tertanggal 29 Mei 2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat COVID-19. Sayangnya, saat Harian Jogja mengkonfirmasi kebenaran postingan tersebut, Manager Indogrosir Jogja Norman Yudi Nugroho belum bersedia menjawab pertanyaan Harianjogja.com.
Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Sleman Hardo Kiswoyo membenarkan jika Indogrosir sudah beroperasi. Satgas Sleman bahkan sudah memberikan rekomendasi terkait beroperasinya swalayan tersebut. Menurutnya, ada sejumlah dasar pertimbangan untuk mengeluarkan rekomendasi. Mulai dari faktor kesehatan hingga ekonomi.
"Dari sisi kesehatan, Pemkab sudah begitu massif melakukan tracing kepada klaster ini. Beberapa kali dilakukan rapid test. Mereka yang reaktif dilanjutkan uji swab dan yang positif langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata Hardo kepada Harianjogja.com, Minggu (14/6/2020).
Saat ini, lanjut Hardo, penularan di klaster ini juga dinilai landai setelah tracing karyawan, keluarga hingga pengunjung Indogrosir dilakukan oleh Pemkab Sleman. "Dari sisi ekonomi, swalayan ini juga sudah lama ditutup. Banyak warga atau bakul-bakul yang juga mengambil kebutuhan dagangannya di swalayan ini. Tentu ini harus dipertimbangkan juga bagaimana agar roda ekonomi warga juga tetap bisa berjalan," kata Hardo.
Menurut Hardo, tidak mudah swalayan Indogrosir mendapatkan rekomendasi untuk bisa beroperasi kembali. Managemen diminta untuk benar-benar memerhatikan protokol kesehatan. Mereka, lanjut Hardo, berjanji untuk memenuhinya. "Saat ini mereka sudah menjalankan protokol kesehatan. Yang membeli dibatasi jumlahnya dan jalurnya juga diatur untuk menjaga jarak antar pembeli," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.