Sudah Dibuka, Orang Tua Belum Berani Bawa Anaknya ke Indogrosir

nnSuasana pusat perbelanjaan Indogrosir setelah beroperasi sejak 10 Juni lalu-Harian Jogja - Abul Hamid Razak
15 Juni 2020 18:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Setelah ditutup sejak 5 April lalu lantaran sejumlah karyawannya terjangkit virus Covid-19, Swalayan Indogrosir kembali beroperasi. Bahkan operasional swalayan yang ada di jalan Magelang ini pun dilakukan sejak 10 Juni lalu.

Dari pantauan Harianjogja.com, pengunjung yang datang ke Indogrosir masih sedikit jumlahnya. Di pos parkiran, pengunjung yang masuk diperiksa suhu tubuhnya dengan thermogun. Setelah itu, pengunjung mendapat kertas antrean.

Sebelum masuk area perbelanjaan, pengunjung diminta untuk mencuci tangan dengan sabun di westafel yang disediakan. Kemudian security kembali memeriksa pengunjung dengan thermogun. Jika suhu tubuh masih dalam batas normal dipersilahkan untuk masuk.

Di area pusat perbelanjaan tersebut, jalur pengunjung dibuat satu arah mengikuti alur yang sudah ditentukan. Beberapa jalur yang biasanya dilewati pengunjung disekat. Adapun para karyawan Indogrosir meskipun sibuk membenahi barang dagangan tetap menggunakan masker dan kacamata (googleglass).

Di area kasir, managemen memberikan sekat berupa pastik transparan. Sekat ini bertujuan untuk menjaga jarak antara kasir dan pembeli. Sayangnya, tidak ada satupun managemen Indogrosir yang bersedia diwawancarai.

Managemen mengklaim jika swalayan tersebut beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan. Swalayan ini membuka jam operasionalnya mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 sebagaimana SK Bupati Sleman No 43.1/Kep.Kdh.A/2020 tertanggal 29 Mei 2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat COVID-19. Sayangnya, saat Harianjogja.com ingin bertemu dengan Manager Indogrosir Jogja Norman Yudi Nugroho, ia belum bersedia.

Niken, salah seorang pengunjung mengaku baru pertama ke Indogrosir setelah lama ditutup. Ia mengaku tahu Indogrosir beroperasi dari informasi di media sosial. "Kalau yang sekarang sudah lebih baik. Tapi masih sepi. Nggak tahu kalau nanti saat kondisinya ramai (pembeli)," katanya.

Jika biasanya dia datang mengajak anak-anaknya, tapi untuk saat ini masih belum berfikir untuk mengajak anak-anak. "Ya masih khawatir kalau ajak anak-anak, meskipun saat ini memang ada perubahan ketentuan. Misalnya jalur bagi pembeli dipisah terus di kasir juga ada pembatas," katanya.

Ketua Satgas Covid-19 Sleman Hardo Kiswoyo membenarkan jika Indogrosir sudah beroperasi. Satgas Sleman bahkan sudah memberikan rekomendasi terkait beroperasinya swalayan tersebut. Menurutnya, ada sejumlah dasar pertimbangan untuk mengeluarkan rekomendasi. Mulai dari faktor kesehatan hingga ekonomi.

"Dari sisi kesehatan, Pemkab sudah begitu massif melakukan tracing kepada klaster ini. Beberapa kali dilakukan rapid test. Mereka yang reaktif dilanjutkan uji swab dan yang positif langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata Hardo.

Saat ini, lanjut Hardo, penularan di klaster ini juga dinilai landai setelah tracing karyawan, keluarga hingga pengunjung Indogrosir dilakukan oleh Pemkab Sleman. "Dari sisi ekonomi, swalayan ini juga sudah lama ditutup. Banyak warga atau bakul-bakul yang juga mengambil kebutuhan dagangannya di swalayan ini. Tentu ini harus dipertimbangkan juga bagaimana agar roda ekonomi warga juga tetap bisa berjalan," kata Hardo.

Menurut Hardo, tidak mudah swalayan Indogrosir mendapatkan rekomendasi untuk bisa beroperasi kembali. Managemen diminta untuk benar-benar memerhatikan protokol kesehatan. Mereka, lanjut Hardo, berjanji untuk memenuhinya. "Saat ini mereka sudah menjalankan protokol kesehatan. Yang membeli dibatasi jumlahnya dan jalurnya juga diatur untuk menjaga jarak antar pembeli," katanya.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi angkat bicara terkait beroperasinya kembali swalayan Indogrosir. Ada sejumlah dasar pertimbangan Pemkab memberikan izin agar swalayan tersebut kembali beroperasi.

Menurut Evie, dalam permasalahan indogrosir, Pemkab Sleman telah melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap karyawan dan pengunjung Indogrosir periode 19 April 2020 hingga 4 Mei 2020. Pemkab Sleman, lanjutnya, juga telah melakukan evaluasi terhadap layanan Indogrosir dan terhadap disediakannya layanan online yang dilakukan oleh Indogrosir. "Pemkab Sleman menilai persiapan (sebelum dilaksanakan) yang dilakukan managemen Indogrosir sudah baik," katanya.

Kemudian, kata Evie, Indogrosir mengajukan surat permohonan untuk layanan reguler. Untuk itu Pemkab Sleman mengeluarkan surat No.440/01370 tanggal 9 Juni 2020 tentang operasional pelayanan reguler Indogrosir Sleman berbasis protokol kesehatan. "Ada beberapa poin yang dikeluarkan dalam surat tersebut," kata Evie.

Beberapa poin yang tertuang dalam surat tersebut antara lain, Indogrosir menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan protokol kesehatan. Dalam setiap operasional pelayanan di Indogrosir akan dilakukan dengan ketat dan disiplin, termasuk pembatasan jumlah dan waktu kunjungan serta tata laksana pelayanan.

Indogrosir, lanjut Evie, juga sanggup bertanggungjawab atas semua aktivitas di kawasan Indogrosir akan sesuai protokol kesehatan. Termasuk di dalamnya aktivitas karyawan, pemasok maupun pengunjung. "Untuk operasional pelayanan dipantau dan dievaluasi secara periodik oleh dinas teknis," kata Evie.

Dengan dikeluarkannya surat tersebut, lanjut Evie, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa operasional pelayanan Indogrosir tetap dalam pemantauan Pemkab Sleman. "Pemkab tetap menjunjung tinggi kehati-hatian sebagai upaya pencegahan penyebaran CovId 19 di Sleman," kata Evie.