WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kadarmanta Baskara Aji./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, kadarmanta baskara Aji, menuturkan sampai saat ini DIY belum termasuk zona hijau, sehingga belum berencana menerapkan pembelajaran tatap muka dalam waktu dekat.
“Gubernur sudah bilang, sekolah dibuka paling akhir,” ujarnya.
Pada tahun ajaran baru Juli nanti, pihaknya juga masih akan tetap memberlakukan pembelajaran online. Sebab itu, ia meminta Dinas pendidikan di Kabupaten dan Kota untuk lebih fokus pada bagaimana agar pembelajaran online berjalan efektif.
Kendati demikian ia mengakui pembelajaran online memang belum seefektif pembelajaran tatap muka. Namun dengan berbagai media yang ada saat ini, sistem online memungkinkan apa yang tidak bisa dilakukan secara tatap muka.
Ia mencontohkan dalam rapat secara online, memungkinkan peserta rapat hingga ratusan. Hal ini tentu sulit dilakukan pada rapat secara tatap muka. “Apalagi sekolah paling cuma 40 siswa, bisa pakai zoom atau aplikasi lainnya yang gratis,” katanya.
Sementara sistem sif yang telah direncanakan bersama Dinas pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, ia menegaskan hal tersebut masih bersifat rencana seandainya pembelajaran tatap muka sudah memungkinkan, dimana itu merupakan opsi yang belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Di Indonesia kan baru enam persen daerah yang sudah masuk dalam zona hijau. DIY tidak masuk di situ. Kalau Menteri saja bilang tidak, ya kita jangan memaksakan. Di samping itu sejak awal kita memang belum akan membuka sekolah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.