12 Warga Gunungkidul Positif Corona Gara-Gara Klaster Bakul Ikan, 4 Sembuh

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 Juni 2020 17:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada 12 pasien positif corona yang berasal dari kluster pedagang ikan. Total hingga Selasa (16/6/2020) sudah ada 4 pasien yang dinyatakan sembuh, sedangkan delapan lainnya masih menjalani perawatan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dari kluster pedagang ikan dilakukan pengambilan sampel swab sebanyak 177 orang. Adapun hasilnya, 12 orang dinyatakan positif, 154 orang negatif. Sedangkan sisanya untuk sebelas spesimen masih menunggu hasil uji laboratorium. “Kita tunggu, mudah-mudahan hasilnya negatif,” kata Dewi, Selasa (16/6/2020).

Dia menjelaskan, untuk pasien positif dari kluster pedagang ikan sudah ada empat orang yang dinyatakan sembuh. “Hari ini ada tambahan dua pasien sembuh sehingga total ada empat yang sembuh. Sedangkan delapan pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Dewi.

Untuk total kasus di Gunungkidul pada Selasa ada tambahan satu pasien positif sehingga total berjumlah 50 kasus. Penambahan kasus ini berasal dari wilayah Kecamatan Semin. “Pasien positif memiliki riwayat perjalan dari Surabaya. Untuk saat ini, kami terus melaukan tracing untuk mencegah terjadinya penambahan kasus positif di wilayah tersebut,” kata Dewi.

Dari total 50 kasus ini secara akumulasi, 39 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedankan sepuluh lainnya masih menjalani perawatan dan satu kasus dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Desa Bejiharjo, Karangmojo, Yanto menyambut baik adanya tambahan pasien sembuh corona yang berasal dari wilayahnya. Ia pun berharap pasien yang lain juga bisa segera sembuh.

Dia menjelaskan, akibat penyebaran corona dari kluster pedagang ikan ada ratusan kepala keluarga yang harus dikarantina secara mandiri. Meski demikian, untuk sekarang sudah berkurang karena keluarga yang dikarantina tinggal 120 KK. “Mudah-mudahan musibah ini segara berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Menurut dia, selama karantina berlangsung ada bantuan kepala keluarga yang menjalani isolasi. Adapun bantuan tidak hanya logistik untuk kebutuhan sehari-hari, tapi ada juga bantuan pakan untuk ternak. “Pihak desa ada menyediakan bantuan, tapi ada juga yang berasal dari swadaya masyarakat,” katanya.