Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada 12 pasien positif corona yang berasal dari kluster pedagang ikan. Total hingga Selasa (16/6/2020) sudah ada 4 pasien yang dinyatakan sembuh, sedangkan delapan lainnya masih menjalani perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, dari kluster pedagang ikan dilakukan pengambilan sampel swab sebanyak 177 orang. Adapun hasilnya, 12 orang dinyatakan positif, 154 orang negatif. Sedangkan sisanya untuk sebelas spesimen masih menunggu hasil uji laboratorium. “Kita tunggu, mudah-mudahan hasilnya negatif,” kata Dewi, Selasa (16/6/2020).
Dia menjelaskan, untuk pasien positif dari kluster pedagang ikan sudah ada empat orang yang dinyatakan sembuh. “Hari ini ada tambahan dua pasien sembuh sehingga total ada empat yang sembuh. Sedangkan delapan pasien lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Dewi.
Untuk total kasus di Gunungkidul pada Selasa ada tambahan satu pasien positif sehingga total berjumlah 50 kasus. Penambahan kasus ini berasal dari wilayah Kecamatan Semin. “Pasien positif memiliki riwayat perjalan dari Surabaya. Untuk saat ini, kami terus melaukan tracing untuk mencegah terjadinya penambahan kasus positif di wilayah tersebut,” kata Dewi.
Dari total 50 kasus ini secara akumulasi, 39 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedankan sepuluh lainnya masih menjalani perawatan dan satu kasus dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Desa Bejiharjo, Karangmojo, Yanto menyambut baik adanya tambahan pasien sembuh corona yang berasal dari wilayahnya. Ia pun berharap pasien yang lain juga bisa segera sembuh.
Dia menjelaskan, akibat penyebaran corona dari kluster pedagang ikan ada ratusan kepala keluarga yang harus dikarantina secara mandiri. Meski demikian, untuk sekarang sudah berkurang karena keluarga yang dikarantina tinggal 120 KK. “Mudah-mudahan musibah ini segara berlalu dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Menurut dia, selama karantina berlangsung ada bantuan kepala keluarga yang menjalani isolasi. Adapun bantuan tidak hanya logistik untuk kebutuhan sehari-hari, tapi ada juga bantuan pakan untuk ternak. “Pihak desa ada menyediakan bantuan, tapi ada juga yang berasal dari swadaya masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.