Perempuan yang Ditemukan Tewas di Gondokusuman adalah Anak Guru Besar UGM

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
19 Juni 2020 17:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penemuan mayat di daerah Gondokusuman, Jogja pada Kamis (18/6/2020) malam menyisakan cerita dari tetangga almarhum.

Kesaksian dari sejumlah warga terhadap penemuan mayat perempuan bernama Lili Winarti berusia 66 tahun di Jalan Bimasakti No.9 Rt 17 Rw 05 Demangan, Gondokusuman, Jogja pada Kamis (18/6/2020) pukul 07.30 pagi kemarin menyatakan jika orang tua Lili merupakan salah satu orang yang berjasa di UGM. Lili merupakan anak keempat enam dari bersaudara.

Salah satu warga Pengok, Demangan, Gondokusuman, Kota Jogja, Agus Setiawan, 47, mengatakan jika orang tua almarhumah adalah guru besar yang pernah mengabdi di Universitas Gadjah Mada (UGM). "Saya lupa nama bapaknya karena waktu itu saya masih kecil sekali. Jadi tidak ingat," ujar Agus Setiawan, Jumat (19/6/2020).

Rumah yang ditinggali Lili merupakan peninggalan orang tuanya. Saat kematian sang ayah dulu, lanjut Agus, banyak kolega yang datang ke rumah yang berada di dekat kampus Akprind Jogja itu.

"Dulu waktu kematian sang ayah, banyak sekali pelayat yang datang. Jalan ini penuh dengan pelayat, tapi itu udah lama sekali," ungkapnya.

Menurut Agus Setiawan, sepekan lalu almarhumah mengeluhkan sakit di perutnya kepada tukang kebun yang sesekali datang ke rumahnya untuk memotong rumput yang sudah tinggi.

"Tukang kebunnya juga berprofesi sebagai tukang becak. Sering diperintahkan keluarga Lili untuk merawat tumbuhan yang ada di rumahnya. Kamis pekan lalu sempat diajak ke dokter oleh tukang kebunnya ke Puskesmas Gondokusuman tapi ndak mau. Kata almarhumah pekan depan aja, nah Kamis (18/6/2020) kemarin saat ditengok ke sini, Lili sudah ditemukan tewas," terangnya.

Pada Selasa (16/6/2020), tukang kebun almarhum sempat datang ke rumahnya, pada waktu itu Lili diketahui masih melakukan aktivitas seperti biasa.

"Nah, mungkin Selasa sore atau malamnya itu Lili mungkin sudah tidak ada (bernyawa) jasadnya juga sudah bengkak. Saya juga sempat melihat kemarin saat jasadnya dievakuasi," terang Agus.

Lili sendiri, kata Agus Setiawan, sampai menemui ajalnya masih tinggal sebatang kara. "Jadi dia masih sendiri [lajang] sampai ajal menjemputnya," terangnya.

Warga lainnya, Ulyanif, 70, warga Demangan, Gondokusuman, Yogyakarta yang merupakan salah satu tetangga korban mengatakan jika dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Lili mendapatkan bantuan dari Universitas Gadjah Mada karena jasa dari sang ayah.

"Almarhumah mendapatkan bantuan dari UGM, sehari-hari beliau beli makanan untuk dikonsumsi harian. Penjual camilan juga sehari-hari kerap berhenti di depan rumahnya karena sudah hapal dengan rutinitas Lili," ungkapnya.

Meninggal Tiga Hari Sebelumnya

Kapolsek Gondokusuman Kompol Bonifasius Slamet mengatakan jika korban sendiri ditemukan meninggal saat saksi pertama bernama Wahyono, 57, seorang tukang becak warga Gendeng, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, tiba ke rumah korban pada Kamis (18/6/2020) pukul 07.30 WIB.

"Wahyono datang ke kerumah korban, karena sudah ada janji untuk mengantar korban periksa di Puskesmas Gondokusuman, karena seminggu yang lalu korban bilang ke Wahyono mengeluh sakit perut, Wahyono sendiri merupakan tukang kebun korban," ujar Bonifasius Slamet, Kamis (18/6/2020) malam.

Sampai di rumah korban, lanjut Boni sapaan akrab Bonifasius Slamet, saksi memanggil-manggil korban, namun tidak menjawab. Oleh karena itu, Wahyono mengintip dari pintu yang sedikit terbuka dan saat itulah diketahui korban meninggal dengan posisi tengkurap.

"Kemudian Wahyono memberitahu kejadian tragis tersebut kepada saksi kedua atau kepada seorang warga bernama Andono, 52, warga Demangan Rt 17 Rw 05 Gondokusuman yang notabene merupakan tetangga korban," terang Boni.

Selanjutnya, saksi-saksi memberitahukan kejadian nahas yang menimpa korban warga sekitar. Kemudian tanpa pikir panjang, kejadian tersebut dilaporkan kepada ke Polsek Gondokusuman via telepon.

Berdasarkan keterangan dari Andono, lanjut Boni, bahwa korban diketahui tiga hari yang lalu meminta air putih ke tetangga. Adapun, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim INAFIS Polresta Yogyakarta dan dibantu oleh dokter Puskesmas Gondokusuman I, hasil sementara menunjukkan jika tidak ada tanda tanda penganiayaan yang terjadi kepada korban.

"Korban diduga murni meninggal karena sakit. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu. Namun, sakit perutnya karena apa masih kami selidiki. Evakuasi sendiri menggunakan APD lengkap dari PMI Kota Yogyakarta. Korban juga dibawa ke RS Bhayangkara yang ada di Kalasan, Sleman," ungkap Boni.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh polisi, korban memang tinggal di rumah sendirian. Korban juga mempunyai riwayat gangguan sakit jiwa dengan menerima perawatan rutin dari Puskesmas Gondokusuman I. "Korban juga sebelumnya pernah dilakukan perawatan di RSJ Grhasia," tutupnya.