Disdik Tegaskan Ada Banyak Jalur Mendaftar SMP di Sleman

Ilustrasi PPDB. - JIBI
19 Juni 2020 19:02 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman berkomitmen penuh dalam upaya pemenuhan progam wajib belajar sembilan tahun melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB). Setelah pendaftaran jenjang sekolah dasar (SD) usai untuk jalur daring, maka kali ini pendaftaran PPDB memasuki jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Pelaksana Tugas Kepala Disdik Sleman Arif Haryono memaparkan untuk jenjang SMP akan menggunakan lebih banyak jalur PPDB dengan metode daring, yaitu jalur prestasi, jalur zonasi, jalur afirmasi, dan jalur perpindahan tugas orang tua.

Jalur zonasi terbagi menjadi zonasi radius, zonasi wilayah, dan jalur ABK (anak berkebutuhan khusus). Selain itu, ada pula jalur perbatasan untuk menerima siswa usia sekolah di perbatasan Sleman. “Sejumlah jalur tersebut dibagi menjadi tiga tahapan," ujar Arif kepada Harian Jogja, Jumat (19/6/2020) sore.

Tahap pertama ialah jalur prestasi yang diselenggarakan pada 17-22 Juni dan dilanjut proses verifikasi pada 19-23 Juni. Jalur ini prestasi kuotanya sebanyak 30% yang diperuntukkan bagi 25% warga KK sleman dan 5% warga luar Sleman.

"KK Sleman boleh satu tahun, boleh belum satu tahun," ujarnya. Untuk mendaftar jalur ini, calon peserta didik harus memiliki nilai gabungan minimal 245. Jalur ini akan diumumkan pada 24 Juni.

Arif melanjutkan tahap kedua ialah jalur zonasi radius, ABK, jalur afirmasi, dan perpindahan tugas yang pendaftarannya dimulai 19-25 Juni. Untuk mendaftar jalur ini, calon peserta didik diharuskan ber-KK Sleman minimal satu tahun.

“Jalur radius adalah KK Sleman minimal satu tahun serta berdomisili wilayah di sekitar sekolah dengan radius 300 meter & 600 meter lewat koordinat. Adapun sekolah yang radius 300 meter yaitu sekolah yang wilayahnya padat seperti Kecamatan Depok, Mlati, dan Ngaglik,” tuturnya. Menurutnya, warga yang tinggal dalam radius itu wajib diterima oleh sekolah.

Sementara, tahap ketiga ialah jalur zonasi wilayah. Yang bisa mendaftar adalah mereka yang berdomisili di wilayahnya berbasis desa. Mereka juga harus memiliki KK Sleman minimal satu tahun. "Bisa memilih 3 sekolah mulai 24-30 Juni dan diumumkan pada 2 Juli,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa jalur prestasi akan diumumkan terlebih dahulu. Kalau pendaftar tidak diterima pada jalur prestasi, maka ia masih diberi kesempatan kedua untuk bisa mendaftar di jalur zonasi wilayah.

Jika kuota pada jalur afirmasi, ABK, dan perpindahan orang tua tidak terpenuhi, maka kuotanya akan dialihkan menjadi kuota pada jalur zonasi wilayah. Jika pada akhir pendaftaran PPDB daring itu, sekolah masih belum terpenuhi daya tampungnya, maka diperbolehkan membuka jalur luring.