Lagi Musim Gowes, Ini Tips Aman Bersepeda di Jogja Saat Corona

nSejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
21 Juni 2020 18:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Akhir pekan di Jogja kini hampir selalu Dipadati pesepeda. Masyarakat dari berbagai kalangan dan usia terjun ke jalan dengan sepedanya masing-masing, yang sayangnya tidak sedikit yang mengabaikan protokol Kesehatan dan bahkan menimbulkan kerumunan.

Kendati dibperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, bersepeda di masa pandemi covid-19 tetap harus waspada. Kepala Puskesmas Mergangsan, Risa Dhiana Permanasari, menuturkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pesepeda, salah satunya adalah memilih rute yang sepi.

Dengan rute yang relatif sepi, meskipun tetap masih bisa bertemu dengan pesepeda lainnya, namun setidaknnya potensi kerumunan bisa dikurangi. Di samping itu, sebisa mungkin tidak bergerombol dengan rombongan, dengan pembatasan jumlah dan jarak antar rombongan. “Jangan lupa tetap memakai masker,” katanya, Minggu (21/6/2020).

Pemakaian masker saat bersepeda juga perlu dicermati, karena dengan memakai masker, asupan oksigen ke dalam tubuh akan berkurang. Sementara dalam bersepeda tubuh kita lebih banyak bergerak dan membutuhkan lebih banyak oksigen.

Untuk itu, pemakaian masker saat bersepeda bisa diatur agar tidak dipakai terus menerus. Bila jalanan sedang sepi dan asupan oksigen mulai berkurang, pesepeda boleh membuka maskernya. Selain itu, pesepeda juga disarankan membawa botol air minum sendiri serta hand sanitizer.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan boleh saja masyarakat berolahraga, termasuk bersepeda, asal tidak menimbulkan kerumunan. “Silakan berolahraga, tapi jangan lupa tetap mematuhi protokol Kesehatan,” ujarnya.

Ia mengingatkan jika saat ini Jogja belum melaksanakan new normal, melainkan masih dalam status Tanggap Darurat hingga 30 Juni mendatang. Namun jika masyarakat tidak mau disiplin mematuhi protokol Kesehatan, bukan tidak mungkin pelaksanaan new normal diundur lagi.