Pemkot Magelang Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Pengangkatan Anak
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kepala dusun (dukuh) di Bantul resah karena penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak merata. Penyebabnya, mereka adalah orang pertama yang berhadapan dengan warga penerima bansos.
Ketua Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul Sulistya Atmaja mengatakan para dukuh ini hanya bisa menjalin komunikasi dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul untuk penyelesaian masalah ini.
Dari komunikasi tersebut, ada 17.200 data exclusion error dari 71 desa di Bantul. Jumlah tersebut, diyakini oleh Sulistya akan bertambah, karena masih ada empat desa yang belum mengajukan.
BACA JUGA: Mulai Rabu, Dua Pantai di Gunungkidul Sudah Dibuka untuk Umum
“Nantinya kami ada rencana ketemu dengan bupati untuk menyampaikan hal ini,” lanjutnya.
Pandu dan Apdesi sebenarnya telah bertemu dengan Bupati Suharsono di ruang kerjanya pada Selasa (23/6/2020). Dari pertemuan tersebut, ada keinginan dari Bupati Suharsono menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) terkait skema bantuan bagi warga yang tercecer itu.
“Harapan kami nantinya bantuan ini bisa diambilkan dari APBD Kabupaten dan Provinsi,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.