Belasan Ribu Data Penerima Bansos di Bantul Eror, Dukuh Resah

Ilustrasi - Freepik
23 Juni 2020 16:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah kepala dusun (dukuh) di Bantul resah karena penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak merata. Penyebabnya, mereka adalah orang pertama yang berhadapan dengan warga penerima bansos.

Ketua Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul Sulistya Atmaja mengatakan para dukuh ini hanya bisa menjalin komunikasi dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul untuk penyelesaian masalah ini.

Dari komunikasi tersebut, ada 17.200 data exclusion error dari 71 desa di Bantul. Jumlah tersebut, diyakini oleh Sulistya akan bertambah, karena masih ada empat desa yang belum mengajukan.

BACA JUGA: Mulai Rabu, Dua Pantai di Gunungkidul Sudah Dibuka untuk Umum

“Nantinya kami ada rencana ketemu dengan bupati untuk menyampaikan hal ini,” lanjutnya.

Pandu dan Apdesi sebenarnya telah bertemu dengan Bupati Suharsono di ruang kerjanya pada Selasa (23/6/2020). Dari pertemuan tersebut, ada keinginan dari Bupati Suharsono menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) terkait skema bantuan bagi warga yang tercecer itu.

“Harapan kami nantinya bantuan ini bisa diambilkan dari APBD Kabupaten dan Provinsi,” harapnya.