Kekeringan di Gunungkidul Meluas, Bantuan Air Bersih Ditambah
Kekeringan di Gunungkidul meluas. BPBD telah menyalurkan 38 tangki air bersih dan menyiapkan 1.150 tangki untuk warga terdampak.
Sejumlah nelayan telah menaikkan gunungan untuk kemudian dilarung di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gununungkidul, Senin (8/10/2018). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul akan membuka tiga objek wisata besar, termasuk pantai, yakni Gunung Api Purba Nglanggeran, Pantai Baron, dan Pantai Kukup dalam tahap uji coba mulai Rabu (24/6/2020) besok. Pembukaan ini merupakan tindak lanjut dari rencana pelaksana pariwisata di era normal baru (new normal).
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan setelah uji coba pembukaan di Kalisuci, jawatannya mencoba membuka objek wisata di Gunung Api Purba Nglanggeran, Pantai Baron, dan Kukup. “Besok ketiga destinasi sudah dibuka untuk ujicoba. Jadi total ada empat destinasi yang dibuka,” katanya, Selasa (23/6/2020).
BACA JUGA: Kampusnya Viral dengan Tagar #UniversitasPancenNdlogok, Ini Jawaban Rektor UPN Jogja
Rencana uji coba yang melibatkan wisatawan secara umum dilaksanakan hingga Selasa (30/6/2020). Uji coba akan mengutamakan penerapan protokol kesehatan pencegahan Corona. “Paling penting adalah pelaksanaan protokol kesehatan untuk menuju pariwisata di era normal baru,” kata dia.
Menurut Hary, surat keputusan untuk membuka ketiga destinasi sudah diserahkan ke masing-masing pengelola. “Pasti kita pantau apakah sesuai dengan prosedur atau belum,” katanya.
Pelaksanaan kepariwisataan di masa pandemi akan berbeda. Selain wajib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, objek wisata juga akan membatasi jumlah pengunjung.
BACA JUGA: Serie A Liga Italia Tak Lagi Disiarkan di Indonesia & Dunia, Ini Alasan dan Cerita di Baliknya
“Nanti bisa dilihat dari tiket masuknya sehingga bisa terpantau berapa pengujung yang ada di lokasi,” katanya.
Pengurus Bagian Pemasaran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Heru Purwanto, mengatakan sudah mempersiapkan destinasi wisata di masa new normal. Pengelola sudah menyiapkan alat pengecek suhu tubuh hingga fasilitas alat cuci tangan bagi pengunjung. “Kami juga nantinya juga menerapkan jaga jarak antar pengunjung,” katanya.
Nlanggeran bisa menampung 500 pengunjung sekaligus. Meski demikian, kuota ini tidak pernah terpenuhi karena di waktu normal setiap harinya hanya 50 orang. “Jadi tidak ada masalah. Untuk sementara, kami juga tidak membuka fasilitas kamping atau kegiatan menginap homestay,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Gunungkidul meluas. BPBD telah menyalurkan 38 tangki air bersih dan menyiapkan 1.150 tangki untuk warga terdampak.
Target PAD retribusi parkir Kulonprogo naik menjadi Rp1,187 miliar pada 2026. Dishub optimistis tercapai dengan sistem kontrak pengelolaan parkir.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Pergerakan wisatawan Kota Jogja mencapai 51.436 orang per hari pada 2026. Malioboro masih menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi.
Menguap yang menular ternyata berkaitan dengan mekanisme otak. Simak fungsi menguap dan kapan perlu diwaspadai.
Motor listrik nasional dinilai berpotensi mendorong reindustrialisasi Indonesia jika dibangun dengan komponen lokal dan rantai pasok domestik.