Mahasiswa UNY Dibilang Kucel, Jawaban Rektor Sutrisna Wibawa Ini Sungguh Bijaksana

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sutrisna Wibawa. - Ist/Instagram @sutrisna.wibawa
26 Juni 2020 09:37 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Potret seorang rektor yang bijaksana ditunjukkan oleh Sutrisna Wibawa. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menjawab ejekan dengan kalimat yang menyejukkan.

Hal ini ditunjukkan saat ada ejekan di sebuah media sosial yang ditujukan pada mahasiswanya. Sutrisna menyimpan tangkapan layar bukti ejekan itu. Ia kemudian mengunggah tangkapan layar itu, pada Kamis (27/6/2020) sambil memberikan tanggapan.

Tangkapan layar itu berupa sejumlah komentar di Instagram, yang menyebut bahwa mahasiswa UNY kucel-kucel dan naik sepeda motor, sehingga tidak asyik untuk diajak nongkrong.

"UNY tu mahasiswanya kucel2 dan bermotor gak asyik dbw nongki", demikian bunyi potongan komentar tersebut.

Baca juga: 5 Potret Sherrin Tharia yang Gugat Cerai Zumi Zola, Sendirian Mengasuh 2 Anak

Menanggapi kalimat tersebut, Sutrisna menjawab dengan panjang lebar. Di kolom caption, ia menjelaskan bahwa mahasiswa UNY berpenampilan sederhana bukan karena mereka tidak mampu, tapi mereka tahu bagaimana bersikap sebagai mahasiswa dan tidak ingin memberatkan orang tua dengan gaya hidup

"Mahasiswa UNY berpenampilan sederhana bukan karena mereka tidak mampu, tapi mereka tahu bagaimana bersikap sebagai mahasiswa dan tidak ingin memberatkan orang tua dengan gaya hidup," tulisnya.

Adapun mahasiswa yang memang berasal dari keluarga sederhana, menurut rektor yang juga guru besar filsafat Jawa ini, mereka yang bisa masuk ke UNY adalah orang-orang yang berprestasi.

Baca juga: Ada Kalimat Berbahasa Jawa, Ini Lirik Lagu Lathi Kolaborasi Weird Genius dan Sara Fajira

"Jika pun di antaranya memang dari keluarga sederhana, tapi setidaknya mereka merupakan orang-orang yang memiliki prestasi dan memiliki kemampuan akademik yang baik, karena tidak sembarang orang bisa masuk UNY," tambahnya.

Sutrisna juga memberikan nasehat agar jangan menjadikan gaya hidup sebagai ukuran untuk menilai seseorang. "Sebaiknya jangan menjadikan gaya hidup sebagai ukuran. Ingat hukum fisika: tekanan berbanding lurus dengan gaya, semakin besar gaya semakin besar tekanan hidup," jelasnya.

Jawaban panjang dari sang rektor ini rupanya membuat mahasiswanya senang dan bangga. Dari kolom komentar tampak deretan dukungan para jawaban rektor tersebut.

"Wkwk. Setiap kampus punya stylenya masing-masing. Menurut saya kampus" pendidikan/keguruan bukan karena mahasiswanya cupu apa gmn. Tapi emang ada budaya khas yang jadi karakteristik pendidik/guru." tulis akun risty.ridharty.

"OrangĀ² lagi pusing untuk dapat keterima di manapun di PTN pilihan 1 atau 2 ini malah mikirin gaya hidup sesuai nama kampus, semoga pak rektor diberikan kesabaran menghadapi orangĀ² seperti ini dan hasil yang terbaik di utbk tahun ini," tambah akun r.ardi_.

Akun fathpartitur menulis "Motoran sih asyik, menipiskan jarak sosial antar mahasiswa. Bukannya UNY tuh asyik banget apalagi rektornya... Di Malang aja kagak nemu rektor macam Dumbeldore".

Adapun akun andrabedy menambahkan "Tapi memang kok lain ladang lain belalang,lain lubukain ikannya.Tapi yang perlu dicatat kita jadi manusia itu juga salah satunya adalah keberadaan guru sebagai salah satu pendidik..mau dikampus manapun toh juga stepping lewat sd-smp-sma yg notabenenya dididik sama siapa? Guru *noted*

Wah bahaya tuh kalau g ketrima ke sebelah trs masuk UNY apa nggak senjata makan tuan kocak".

Unggahan di akun @sutrisna.wibawa yang memiliki lebih dari 70.000 pengikut itu, tersebut disukai lebih dari 7.000 akun dan dikomentari lebih dari 550 akun.