Masih Ditutup, Jalur Timur Pantai Kukup Dijaga Petugas

Kondisi Pantai Baron, Gunungkidul, Sabtu (11/8/2018). - Istimewa
26 Juni 2020 07:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul mengambil kebijakan untuk menutup sebagian jalur menuju kawasan pantai. Hal ini dilakukan guna menyukseskan jalannya ujicoba pembukaan destinasi wisata pantai di Baron dan Kukup.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, mulai Rabu (24/6/2020) hingga Selasa (30/6/2020), di Pantai Baron dan Kukup melaksanakan ujicoba pembukaan destinasi. Ujicoba dilakukan sebagai tahapan untuk membuka destinasi wisata di era normal baru. “Kita sudah lakukan penyusunan tata laksana kepariwisataan, simulasi hingga sosialisasi. Selanjutnya dilaksanakan ujicoba pembukaan yang melibatkan pengunjung secara umum,” kata Hary, Kamis (25/6/2020).

Selain Baron dan Kukup, destinasi di Kalisuci dan Gunung Api Purba Nglanggeran juga dibuka untuk ujicoba. Khusus untuk Kalisuci dan Nglanggeran, Hary mengakui tidak ada masalah karena hanya ada satu destinasi di kawasan tersebut.

Namun untuk pantai, sambung dia, memiliki tantangan karena banyaknya destinasi pantai di satu gugusan yang membentang dari wilayah Kecamatan Tepus hingga Tanjungsari. “Yang dibuka baru dua, jadi, potensi wisatawan berkunjung ke destinasi pantai lainnya sangat mungkin sehingga harus dilakukan antisipasi,” ungkapnya.

Adapun antisipasi agar kunjungan tidak melebar ke pantai lain, Dinas Pariwisata sudah melakukan antisipasi dengan menutup sejumlah jalur menuju pantai. Salah satunya, jalur di sisi timur Pantai Kukup. Penutupan dilakukan agar pengunjung tetap fokus di kunjungan di Pantai Baron dan Kukup yang menjadi lokasi ujicoba pelaksanaan pariwisata di era normal baru. “Sudah kami koordinasikan dengan jajaran forkompida di Gunungkidul terkait dengan penutupan sebagian jalur menuju pantaii,” katanya.

Selain itu, koordinasi juga dilaksanakan dengan pamong kalurahan agar membantu dalam upaya menyukseskan pelaksanaan ujicoba. “Selama ditutup, ada partisipasi dari masyarakat untuk menutup jalur menuju pantai. Untuk pos retribusi yang dibuka juga baru pos Baron dan JJLS, sedangkan lainnya juga masih tutup,” katanya.

Salah seorang pedagang di Pantai Baron, Yanto mengaku senang dengan dibukanya kembali destinasi wisata, meski masih sebatas ujicoba. Kebijakan untuk buka merupakan langkah baik karena selama pandemic corona destinasi wisata tutup sehingga pelaku usaha ikut terkena dampaknya. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

Meski telah dibuka, namun ada beberapa aturan yang harus ditaati. Selain wajib menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, jumlah pengunjung dan jam buka juga dibatasi. “Untuk pantai maksimal hanya 7.000 per hari. Sedangkan jam buka hanya sampai pukul 17.00 WIB,” katanya.