Wow, Tak Perlu Ribet, Layanan KTP di Kota Jogja Dibuat Drive Thru

Ilustrasi KTP elektronik./Harian Jogja - Desi Suryanto
27 Juni 2020 07:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Loket Pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dinas Dukcapil Kota Jogja hampir selalu ramai setiap harinya. Guna mengurai kepadatan pengantre, Dinas Dukcapil Kota Jogja merencanakan layanan KTP dengan sistem Drive Thru (lantatur).

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan, Disdukcapil Kota Jogja, Bram Prasetyo mengatakan pihaknya saat ini mengkaji beberapa tempat yang sekiranya tepat digunakan untuk lokasi layanan KTP lantatur ini. "Rencana akan di depan Rumah Dinas Walikota," jelas Bram pads Kamis (25/6/2020).

Selain Rumah Dinas Walikota Jogja, Bram menjelaskan ada beberapa lokasi lain yang sedang dipertimbangkan untuk menjadi lokasi layanan KTP lantatur. Adapun lokasi lain yang dipertimbangkan meliputi di depan Gedung Grha Pandawa dan XT Square.

"Tapi itu belum ada kesimpulan untuk kesana, kita masih susun konsep untuk dimatangkan, karena [layanan KTP lantatur] melibatkan dengan banyak OPD, ada Dishub, Polresta, Diskominfo, Satpol PP," terang Bram.

Diterangkan Bram, layanan KTP lantatur ini akan diperuntukkan untuk pelayanan KTP yang hilang dan rusak. Rencananya warga cukup menuju layanan KTP lantatur dengan membawa Kartu Keluarga asli, KTP yang rusak atau surat keterangan kehilangan dari kepolisian bagi yang KTP-nya hilang. "Tapi keputusannya belum diputuskan, masih proses pembahasan kajian tempat yang paling baik," imbuh Bram.

Penguraian warga harus dilakukan mengingat jumlah rata-rata permohonan layanan KTP yang masuk sebanyak 170 pemohon tiap harinya. "Kalau kita persentasekan setiap hari di Dinas Dukcapil sebanyak 70% merupakan layanan KTP," ujarnya.

Persoalannya dari 170 pemohon, tidak semuanya melakukan pengambilan KTP dengan tertib. "Biasanya mereka mengajukan layanan tapi pengambilan tidak tertib, sehingga setiap hari kita harus menyiapkan petugas untuk menyerahkan dokumen yang mau diambil [pemohon]," ungkap Bram.

"Kalau Drive Thru kan udah jelas orangnya sudah ada, kita cetakkan kemudian kita serahkan, jadi langsung selesai lebih cepat," tutur Bram. Proses menjadi lebih cepat karena layanan dikhususkan untuk orang yang tidak memiliki perubahan pada data. "Tidak ada dokumen lain yang terlibat di situ, hanya dikhususkan ini," tambahnya.

Menurut Bram layanan KTP lantatur dirasa cukup sederhana. Warga tinggal menunjukkan syarat yang ditetapkan, KTP kita cetak lalu diserahkan. "Nanti kita tidak perlu lagi lewat Whatsapp (WA), jadi lantatur konsepnya tidak perlu pakai WA," ujarnya.

Layanan KTP lantatur rencananya akan mulai diterapkan mulai pekan pertama Juli. Bram menjelaskan, rencananya layanan KTP lantatur akan dicoba seminggu dua kali. "Waktunya pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.30. WIB, kita ingin uji coba dulu sampai disempurnakan," terangnya. Sambil menunggu tahapan layanan KTP lantatur, sementara ini masyarakat masih melakukan permohonan via WA sambil menunggu perbaikan aplikasi.

Bram ingin melihat dalam uji coba dari durasi layanan selama kurang lebih 3,5 jam ada berapa pemohon yang bisa dilayani. Saat ini ketersediaan material KTP Kota Jogja masih terbilang cukup banyak. Material KTP milik Dinas Dukcapil Kota Jogja disesuaikan, sehingga tidak menunggu distribusi dari pusat. "Saat ini ada sekitar 2.900 keping material KTP, kalau sehari seratus ya bisa sekitar untuk tiga pekan," jelasnya.

Salah satu warga asal Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Dias mangaku ide layanan KTP Drive Thru sangat baik dan tepat untuk masyarakat. "Intinya kan masyarakat enggak dipersulit cuma sial ngurus KTP, jadi mau Drive Thru atau apapun, esensinya mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan," ungkapnya.