Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA-Kraton Ngayogyokarta Hadiningrat membangun pagar mengelilingi Alun-Alun Utara senilai Rp2,3 miliar dengan dana keistimewaan. Waktu pembangunan yang berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19 dinilai beberapa pihak tidak etis.
Salah satu kritik datang dari kalangan buruh Jogja. Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) DIY, Dani Eko Wiyono, menuturkan sebenarnya pihaknya tidak mempermasalahkan pembangunan pagar, hanya saja waktunya yang tidak tepat. “Tanggal 5 Mei katanya dana APBD tinggal dua bulan lagi, tapi Pemda malah membangun pagar alun-alun,” ujarnya, Jumat (26/6/2020).
Ia menyayangkan pembangunan dengan biaya sebesar itu dilakukan di tengah penderitaan masyarakat akibat pandemi Covid-19, di mana banyak masyarakat yang mengalami penurunan penghasilan bahkan kehilangan pekerjaan sama sekali.
Di samping itu, ia melihat tidak ada sosialisasi kepada masyarakat sampai pembangunan berjalan. Padahal sosialisasi semestinya dilakukan sebelum pembangunan dimulai. Papan proyek pun baru dipasang setelah pembangunan berjalan, yakni pada 11 Juni.
“Pembangunannya di tengah pandemi, di saat rakyat sedang kelaparan. Apalagi setelah pembangunan dimulai, melalui chanel youtube Humas Jogja, Bapak Gubernur mengajak masyarakat untuk tepo seliro. Pertanyaannya Bapak Gubernur sudah belajar atau belum?” kata dia.
Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, mengatakan tidak mengetahui pasti terkait teknis pembangunan tersebut. “Tapi kemungkinan kontrak sudah dimulai sebelum covid-19, sehingga saat ini tinggal melanjutkan pembangunannya,” ujarnya.
Semua pengadaan barang per 1 April kata dia, dihentikan. Sehingga menurutnya pembangunan pagar itu kemungkinan prosesnya sudah dimulai sebelum April. Sayangnya berdasarkan keterangan di papan proyek, tanggal kontrak baru pada 20 April, dengan waktu pelaksanaan 95 hari kalender oleh PT Universal Inti Konstruksi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, menuturkan pembangunan pagar alun-alun ini menjadi upaya untuk mengembalikan wujud alun-alun seperti sedia kala, yang memang dikelilingi pagar. “Ditargetkan selesai akhir Juli,” katanya.
Pagar ini akan memiliki tiga pintu dan tetap digunakan untuk berbagai kegiatan seremonial Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Sementara untuk kegiatan masyarakat kata dia, masih bisa berlangsung asalkan berkoordinasi dengan pihak Kraton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini digelar di Kantor PJR Prambanan mulai pukul 08.30–13.00 WIB. Berikut syarat perpanjangan SIM.
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.