Cegah KDRT Selama Pandemi, DP3AP2KB Sleman Gencarkan Layanan SIE MOLIN

Ilustrasi. - Freepik
28 Juni 2020 09:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANĀ - Untuk menjaga keharmonisan keluarga selama masa pandemi Covid-19, Pemkab Sleman mengandalkan Sosialisasi Informasi Dan Edukasi Dengan Mobil Perlindungan atau SIE MOLIN. Layanan ini juga ikut mengedukasi masyarakat untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Is Cahyawati menjelaskan SIE MOLIN merupakan layanan sederhana menggunakan Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak. Mobil ini berkeliling di tempat yang masih banyak kerumunan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

"Kami memberikan sosialisasi, informasi, edukasi terkait dengan pencegahan Covid-19, menjaga harmonisasi di dalam keluarga selama berada di rumah dimasa pandemi, serta memberikan layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (26/6/2020).

Layanan SIE MOLIN ini, lanjut Wati, sangat komprehensif dan aplikatif memuat upaya promotif, preventif, rehabilitative, dan kuratif terkait program DP3AP2KP. Dengan SIE MOLIN ini juga, kata Wati, kebutuhan masyarakat yang dimungkinkan mengalami KRDT namun tidak bisa membuat laporan langsung bisa dilayani. "Kami juga ikut serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. SIE MOLIN ini beroperasi tidak hanya di desa-desa tetapi juga ke tingkat dusun secara mobile," katanya.

Wati mengatakan, layanan SIE MOLIN dinilai sukses dan diterima di masyarakat. Hal itu terbukti karena mampu meningkatkan pengaduan masyarakat melalui daring sosial media. Layanan ini juga bisa menjangkau langsung kepada korban. "Layanan SIE MOLIN ini tidak membutuhkan biaya yang besar namun memiliki manfaat yang besar khususnya bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan dan masyarakat," kata Wati.

Kepala DP3AP2KB Sleman, Mafilindati Nuraini mengatakan sosialisasi dan edukasi selama pandemi Covid-19 dengan SIE MOLIN tetap dijalankan sesuai protokol kesehatan. "Hal ini dilakukan agar kami tetap hadir mendampingi dan mengedukasi masyarakat selama pandemi Covid-19. Kalau ada kasus, petugas juga siap untuk jemput bola. Kami juga memiliki tim psikolog untuk menangani korban kekerasan perempuan dan anak," katanya.

KDRT Turun

Awalnya, kata Linda, muncul kekhawatiran munculnya pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dapat meningkatkan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Apalagi pandemi Covid-19 menimbulkan masalah ketidakstabilan ekonomi masyarakat. Namun kata Linda, hipotesa tersebut tersebut tidak terbukti.

"Berdasarkan laporan yang kami terima sejak Maret, April, Mei dan Juni ini, kasus KDRT justru mengalami penurunan dan tidak mengalami kenaikan yang siginifikan," katanya.

Berdasarkan data pengaduan yang diterima UPDT PPA DP3AP2KB Sleman, jumlah pengaduan yang diterima pada Maret hanya 10 kasus, April turun menjadi delapan kasus, Mei empat kasus dan Juni ini hanya dua kasus. "Juni ini hanya dua kasus yang setelah dicek ternyata aduan tersebut sudah muncul sebelum adanya pandemi. Yang jelas sampai Juni ini tidak ada peningkatan kasus yang siginifikan," katanya.

Linda mengatakan ada banyak faktor mengapa kasus KDRT mengalami penurunan. Secara akademis, katanya, perlu dilakukan penelitian. Hanya saja selama ini, DP3AP2KB aktif melakukan edukasi, kegiatan preventif dan promotif dengan melibatkan jejaring. "Upaya untuk promotif sering kami lakukan. Termasuk dengan SIE MOLIN. Kami edukasi bagaimana membangun ketahanan keluarga," katanya.