Optimalisasi Keuangan & Utilitas Sumber Daya untuk Penganganan Covid-19 dan Keberlangsungan Layanan BLU

FGD Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY. - Istimewa
01 Juli 2020 14:37 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 menyebabkan krisis multidimensi tidak terkecuali BLU. BLU pendidikan terdisrupsi karena kegiatan tatap muka ditiadakan menyebabkan perubahan tata kelola dan penurunan pendapatan. BLU kesehatan mengalami penurunan pasien umum dan penyediaan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19 berdampak pada perubahan layanan dan penurunan pendapatan.

Enam satker BLU di DIY di bidang pendidikan dan kesehatan juga tak luput dari dampak Covid-19. Berbagai regulasi sesuai skema penanganan Covid 19 telah disiapkan oleh Pemerintah. Dalam rangka memberikan sharing peraturan terkini tata kelola BLU dan sarana monitoring dan evaluasi (on desk) dengan tujuan menjaga kinerja keuangan dan layanan satker BLU serta mengetahui permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan keuangan BLU, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY menyelenggarakan FGD BLU dengan tema Pengelolaan Keuangan dan Layanan BLU pada masa pandemi Covid-19.

BLU diharapkan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk kegiatan tertentu (refocusing), melakukan perubahan alokasi dan penggunaan anggaran (realokasi) untuk penanganan Covid-19, namun tetap mengutamakan pemberian layanan kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY, Heru Pudyo Nugroho dalam FGD dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom pada 30 Juni 2020. Hadir sebagai peserta perwakilan satker BLU dari RSPAU Dr. S. Hardjolukito, UNY, RSU Dr Sardjito, Poltekes Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga dan Rumkit Bhayangkara.

Narasumber Kasubdit PPK BLU 1, Moudy Hermawan, dalam paparannya mengingatkan peran fundamental BLU dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Kondisi pendapatan BLU per 15 Juni 2020 tetap tumbuh namun dengan nilai sangat rendah, diperkirakan triwulan selanjutnya akan meningkat seiring masa pemulihan ekonomi, namun masih sulit  mencapai target tahunan. BLU kesehatan pendapatan menurun karena fokus layanan untuk Covid-19, potencial loss layanan premium dan umum, perlu segera merekrut tenaga medis tambahan dan potensi kesulitan membayar remunerasi.

BLU Pendidikan mengalami penundaan pembayaran uang kuliah dan kompensasi layanan yang sudah dibayar mahasiswa semester sebelumnya; perkuliahan secara daring, potensial loss antara lain pada pendapatan asrama, uang makan, penurunan tarif kuliah, subsidi mahasiswa serta 13 RS di PTN sebagai rujukan untuk Covid-19. Oleh sebab itu diperlukan strategi manajemen BLU dengan bauran kebijakan dalam mengutilisasi sumber daya sehingga cukup “agile/lincah” dalam penanganan pandemi, melalui berbagai upaya optimalisasi aspek-aspek keuangan yang didukung oleh fleksibilitas sebagai satker BLU.

BLU memiliki beberapa fleksibilitas yang dapat digunakan dalam protokol krisis seperti saat ini, yaitu fleksibilitas revisi anggaran, penggunaan saldo awal, fleksibilitas pengelolaan hibah, fleksibilitas dalam pengadaan barang jasa, dan fleksibilitas dalam pengelolaan SDM.

Berbagai kebijakan telah dikeluarkan oleh pemerintah di bidang BLU Kesehatan, antara lain percepatan rekrutmen tenaga kesehatan profesional non ASN, insentif tenaga medis, simplifikasi klaim biaya penanganan Covid-19 dari RS ke BNPB, dan transfer kas dari BLU lain ke BLU Layanan Kesehatan yang saat ini dalam finalisasi berupa simplifikasi peraturan (BLU simpel).

Sedangkan kebijakan di bidang BLU Pendidikan untuk mengatisipasi dampak ekonomi Covid-19 antara lain penundaan pembayaran SPP pada PTN dan PTAIN, penurunan biaya operasional perkuliahan mahasiswa vokasi (kurang lebih 28%), biaya bahan kuliah, biaya daya dan jasa, serta pengadaan bantuan: pengadaan beras atau sembako untuk mahasiswa yang tidak dapat pulang kampung baik mahasiswa dalam negeri dan mahasiswa asing yang tinggal di asrama. Pemaparan materi diakhiri dengan sesi pemaparan profil atau permasalahan oleh masing-masing BLU.