Danang Rudiyatmoko Dukung UMKM di Kota Jogja Berinovasi

Ketua DPRD Kota Jogja, Danang Rudiyatmoko tengah memberi arahan dalam acara reses bersama UMKM pada Minggu (5/7/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
06 Juli 2020 13:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua DPRD Kota Jogja, Danang Rudiyatmoko menggelar reses bersama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Jogja. Danang menjaring berbagai keluhan masyarakat menyangkut kendala yang dihadapi UMKM untuk menuju kebangkitan menyongsong New Normal.

Danang menjelaskan, pelaku UMKM sebagai "soko guru" di masyarakat saat ini mencari pola bertahan hidup selama dilanda pandemi. Ia melanjutkan sementara fokus pemerintah dalam menanggulangi pandemi ada tiga perkara yang meliputi, pencegahan penyebaran penyakit, jaminan sosial, dan terakhir pemulihan ekonomi.

"Dari jaring aspirasi [bersama pelaku UMKM] ini bisa diketahui proses recovery ekonomi belum optimal, mungkin masih jauh dari target," paparnya pada Minggu (5/7/2020).

Salah satu persoalan yang banyak diungkapkan saat reses tersebut yakni soal proses membangun bisnis daring. Hal itu dilihat dari pelaku UMKM yang mengaku masih kesulitan dalam melakukan bisnis digital meski telah mengikuti berbagai pelatihan.

"Artinya industri 4.0 masih jauh, masih perlu waktu untuk menyiapkan itu," ujarnya.

Meski demikian Danang mengapresiasi kecerdikan pelaku UMKM yang memanfaatkan jaringan informasi yang sebetulnya bukan jaringan bisnis.

"Itu sudah sangat inovatif, bagaimana semangat ini kita kongkritkan saja, bagaimana pemerintah di wilayah kabupaten kota khususnya Kota Jogja itu mempunyai wadah," imbuhnya.

Salah satu aspirasi yang terjaring pada reses tersebut adalah ide Jogjakarta Mall yang disampaikan oleh pelaku UMKM. Danang menuturkan aspirasi tersebut sangat baik untuk diwujudkan, meski harus mempertimbangkan beberapa regulasi.

"Dari ide-ide tersebut kita sebagai pemangku kebijakan yang berkepentingan di situ, bagaimana itu bisa dieksekusi," jelasnya.

Anggota fraksi PDIP Perjuangan tersebut menyebutkan bahwa ide Jogjakarta Mall yang bertujuan untuk menampung ribuan UMKM di Kota Jogja itu sangat mungkin dan mampu direalisasikan.

Danang juga sedang berusaha mewujudkan stan-stan produk UMKM di kawasan DPRD Kota Jogja. Meski ruangnya tidak terlalu luas, setidaknya produk UMKM unggulan Kota Jogja bisa terfasilitasi.

"Sehingga bila ada tamu dari luar kota, mereka dalam waktu [kunjungan] yang singkat, dari pada nyari kemana-mana, muter-muter, antre, kita ikut mempromosikan [produk UMKM]," ujarnya.

Reses kali ini diikuti 150 UMKM di Kota Jogja yang terbagi dalam tiga sesi. Pembagian sesi terpaksa dilakukan guna bisa terapkan Physical Distancing dan cegah kerumunan. Hadir juga dalam acara tersebut Kepala Bidang Unit Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Jogja, Rahari Wulandari.

Salah satu pelaku UMKM, Iik mengatakan tidak semua pelaku UMKM bisa melakukan penjualan secara digital meski telah mengikuti pelatihan. Selain itu Iik juga menanyakan terkait harga menyangkut harga terendah dan tertinggi suatu produk agar tidak menimbulkan perbedaan harga antar pelaku UMKM. Sementara itu keluhan lain disampaikan Merhatin, pemilik UMKM Galeri Atin. Dia menyoalkan soal kolaborasi pemasaran produk UMKM.

Rahari yang hadir dalam reses tersebut langsung menyampaikan beberapa jawaban terkait keluhan yang dialami pelaku UMKM. Menurut Rahari, terkait pelaku UMKM yang belum bisa mengoptimalkan sistem penjualan digital maka akan diusahakan mendapatkan pelatihan kembali.

Sementara menyangkut sial harga rendah dan tinggi suatu produk, tidak ada pathokan yang sama antar pelaku UMKM, pasalnya harga bahan, desain, dan tenaga yang dikeluarkan tiap UMKM berbeda. Terakhir, menyangkut promosi, Rahari mengatakan pihaknya telah membantu dengan fasilitasi katalog yang berisi produk UMKM di Kota Jogja.

Terkait fasilitasi UMKM, Danang menyebutkan pelaku UMKM direncanakan akan mendapat pendampingan agar bisa dientaskan. "Dari yang mikro harusnya kita dorong sampai dengan dia kecil, dari kecil kita dorong sampai menengah," jelasnya. Otomatis dengan begitu, lapangan kerja diharapkan Danang akan meningkat.