Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Pembangunan Pasar Darurat Munggi/istimewa-Disperindag Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul memastikan Pasar Munggi di Kapanewon Semanu dibangun di tahun ini dengan menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan. Meski demikian, sebelum pembangunan terlaksana harus dilakukan perubahan rancangan anggaran belanja (RAB) sesuai dengan bantuan yang diberikan.
Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan jajarannya lega karena sudah ada kepastian berkaitan dengan dana TP dari Kemendag. Hasil dari koordinasi melalui video konferensi Pemkab Gunungkidul dipastikan menerima bantuan yang rencananya digunakan untuk membangun Pasar Munggi.
Meski demikian, kata Johan, ada perubahan RAB karena bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan rencana awal. Pada saat pengajuan Disperindag mengajukan alokasi dana TP sebesar Rp6,9 miliar. Hanya, anggaran yang disetujui hanya Rp3 miliar. Dia menduga kebijakan ini erat kaitannya dengan pandemi Corona sehingga ada pemangkasan anggaran yang dialihkan untuk penanggulangan Covid-19. “Berapapun kami terima karena dana itu untuk realisasi pembangunan Pasar Munggi,” kata Johan, Senin (6/7/2020).
Menurut dia, pembangunan ini merupakan komitmen dari Pemkab untuk merevitalisasi pasar tradisonal yang sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Khusus untuk Pasar Munggi, Johan mengakui jajarannya fokus terhadap dana yang ada sehingga pembangunan bisa direalisasikan. “Tahun ini kami bangun dulu. Untuk 2021 jika memungkinkan kami ajukan program untuk melanjutkan pembangunan sesuai dengan rencana awal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul, Ari Setiawan. Menurut dia, jajarannya masih menunggu secara resmi tentang dana yang dicairkan untuk pembanguanan Pasar Munggi. “Informasi besaran anggaran sudah ada, tetapi kami butuh surat resminya sehingga bisa dijadikan acuan,” katanya.
Ari mengungkapkan penyesuai RAB sangat dibutuhkan karena disesuai anggaran yang ada. “Ada perubahan perencanaan karena anggaran yang diajukan dengan realisasikan berbeda,” katanya. Untuk proses pembangunan, Ari mengakui sudah membuat pasar darurat yang digunakan untuk menampung pedagang selama Pasar Munggi dibangun. “Pasar darurat digunakan selama dua tahun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.
KA Ijen Ekspres tertemper mobil di perlintasan sebidang Jember. Pengemudi meninggal dunia, KAI Daop 9 imbau warga patuhi rambu lalu lintas.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.