Ogah Mendenda Warga yang Bandel Protokol Covid-19, Sleman Pilih Persuasif

Plt Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana saat menggelar operasi simpatik di Pasar Stan Maguwoharjo, Depok, Selasa (7/7 - 2020)./Ist
07 Juli 2020 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman tetap mengedepankan pendekatan persuasif bagi warga yang tidak menggunakan masker. Pendekatan persuasif dinilai lebih baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Plt Kepala Satpol PP Sleman Arip Pramana mengatakan meskipun Pemkot Jogja menerapkan denda bagi yang tidak mengenakan masker, Pemkab Sleman sampai saat ini masih akan terus mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

"Kami belum ada rencana untuk penerapan denda. Kami cenderung melakukan operasi simpatik, menggunakan cara persuasif dan sosialisasi," kata Arip kepada Harianjogjacom, Selasa (7/7/2020).

Selama ini, Satpol PP bersmaa tim gabungan terus bergerak untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Pada Selasa (7/7/2020), petugas bergerak ke sejumlah pasar desa. Mereka kembali menggelar operasi simpatik masker di Pasar Stan Maguwaharjo.

"Dari 500 penjual dan pembeli yang disasar, kami temukan 20 orang yang belum menggunakan masker. Petugas langsung memberi edukasi dan diberi masker untuk langsung dipakai," katanya.

Dengan pembinaan dan pengertian akan pentingnya penggunaan masker, dia berharap bisa menyadarkan warga. Hal itu dilakukan dari usaha pencegahan Covid 19. "Untuk tempat wisata atau cafe yang sudah buka, protokol kesehatan sudah diterapkan," katanya.