Panjang Tol Jogja-Bawen di Sleman Hanya 7,6 Km

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
08 Juli 2020 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pembangunan jalan tol trase Jogja-Bawen segera disosialisasikan kepada warga terdampak. Trase ini di wilayah Sleman hanya melewati tiga kecamatan dan tujuh desa.

Jalur tol untuk trase Jogja-Bawen di wilayah DIY panjangnya hanya 7,65 kilometer. Jalan bebas hambatan ini akan melewati beberapa kecamatan mulai dari Tempel, Seyegan hingga Mlati. Total bidang tanah yang terdampak pembangunan jalan ini hanya 915 bidang seluas 49,6 hektere. "Jumlah bidang ini masih tentatif, masih bisa berubah setelah dilakukan konsultasi publik," kata Krido dalam Sosialisasi Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Tol Jogja-Bawen di DIY, Rabu (8/7/2020) di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, jalan tol Jogja-Bawen untuk Kecamatan Tempel melewati Desa Banyurejo dengan jumlah bidang terdampak 166 bidang, Tambakrejo (88 bidang) dan Sumberrejo (12 bidang). Kecamatan Seyegan meliputi Desa Margokaton (190 bidang), Margodadi (76 bidang) dan Margomulyo (106 bidang).

Sementara untuk Kecamatan Mlati, jalur tol ini hanya melewati Desa Tirtoadi dengan jumlah bidang terdampak sebanyak 277 bidang. Hanya Desa Tirtoadi yang sebagian masuk pembangunan tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Di lokasi ini juga dibangun simpang susun dan menjadi titik pertemuan antara tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.

"Sedikitnya jumlah bidang terdampak untuk trase Jogja-Bawen karena jalan tol ini dibangun di atas selokan mataram," kata Krido.

Dijelaskan Krido, tim pengadaan tanah tol Jogja-Bawen sudah dibentuk. Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi dan pengenalan trase yang dihadiri oleh camat dan kepala desa yang wilayahnya dilewati pembangunan tol Yogya-Bawen, OPD terkait dan Balai Besar Sungai Serayu dan Opak (BBWSO). "Ini pengenalan trase tol Jogja-Bawen yang menjadi gambar definitif untuk mengadakan sosialisasi lebih lanjut," katanya.

Krido menuturkan, dalam pembangunan tol tersebut pihaknya melibatkan BBWSO karena trase tol Jogja-Bawen melewati atas selokan Mataram. Selain itu pihaknya juga melibatkan Satgas Covid-19 Sleman karena sosialisasi dan konsultasi publik yang dilakukan kepada warga terdampak menerapkan protokol kesehatan.