Bernama Unik, Dita Leni Ravia Tak Pernah Menyesal dengan Nama Pemberian Orang Tuanya

Dita Leni Ravia saat ditemui di rumahnya, Selasa (7/7/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
08 Juli 2020 13:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dita Leni Ravia, remaja asal Saptosari, Gunungkidu, yang viral karena bernama unik, punya kepribadian yang cukup baik. Harapan orang tua di balik nama remaja dengan paras ayu ini tidak sia-sia.

Nama Dita Leni Ravia terbilang unik karena dalam bahasa Indonesia ditaleni berarti diikat dan ravia berarti tali rafia. Dengan demikian namanya berarti diikat tali rafia. Dita, sapaannya adalah putri pertama dari pasangan Suro, 45 dan Emy, 39. Dita lahir pada 5 September 2002. Dita punya adik laki-laki yang baru saja duduk di bangku SD. Mereka sekeluarga tinggal di Dusun Widoro, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul.

BACA JUGA: Kabar Baik, Jaringan Bioskop Indonesia Siap Buka 29 Juli

Suro, ayah Dita, mengatakan nama anaknya adalah ide dari ibunya. Tak ada maksud khusus dari penamaan anaknya. Nama Dita Leni Ravia memang unik dan mudah diingat. Namun pada intinya, Suro ingin Dita kelak jadi anak yang berbakti kepada orang tua.

“Jadi kalau disambung itu kan jadinya ditaleni ravia kan? Penginnya Dita enggak bisa lepas dari orang tua. Jadi anak yang sayang sama keluarga,” ujar laki-laki yang bekerja sebagai petani itu ketika ditemui Harian Jogja, Selasa (7/7/2020).

BACA JUGA: Penjelasan Wakil Wali Kota Jogja Terkait Perwal Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Suro mengatakan di rumah, Dita tergolong anak yang suka membantu orang tuanya. Ia kerap menemani Ibunya berdagang di rumah. Pun, saat Suro baru pulang dari sawah, Dita tak lupa menyiapkan teh panas kesukaann ayahnya. Saat ini, Dita berstatus sebagai pelajar kelas 3 di SMK N 1 Saptosari jurusan otomotif. “Sebenarnya dari dulu banyak yang bilang nama saya unik. Orang-orang sekitar sini sudah pada tahu. Baru sekarang saja viral,” ujar Dita.

Berkat namanya yang unik, ia pun mendadak terkenal. Ia juga mengaku tak keberatan dengan pemaknaan “diikat tali rafia” oleh orang-orang.

Ketika ditanyai bagaimana kehidupannya di sekolah, Dita mengatakan teman-temannya terbilang suportif. Dita adalah satu-satunya perempuan di antara teman sekelasnya yang semuanya laki-laki. Ia sama sekali tidak mendapat tindakan usil lantaran namanya itu. Ia justru bersyukur karena namanya bisa viral. “Saya malah bersyukur sama nama itu karena bisa mengharumkan nama sekolah dan orang tua juga,” katanya.

BACA JUGA: Ribuan Kursi SD & SMP di Sleman Belum Terpenuhi

Kendati begitu, nama Dita Leni Ravia masih sering dipertanyakan keasliannya. Banyak yang mengira nama tersebut terkesan bercanda dan main-main. Seperti saat mendaftar sekolah atau pergi ke puskesmas. Petugas setempat harus menanyakan ulang kebenaran nama tersebut.

Tak terkecuali, di media sosial. Banyak orang yang sering mempertanyakan kebenaran namanya. Bahkan, kata Dita, ada yang sempat mengejek namanya. Dita pun memilih tidak menghiraukan respons negatif itu. Toh, menurutnya, nama adalah pemberian orang tua yang patut disyukuri.

“Ya kadang ada saja yang komentar aneh-aneh di Instagram. Saya biarin aja,” ujar remaja yang bercita-cita sebagai pramugari tersebut.