Dengar Aspirasi Anak Lewat Fandemic

Kegiatan Fandemic yang dilakukan pada (25/6/2020) di Balai Giri Arum Kelurahan Gunungketur. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
10 Juli 2020 00:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Forum Anak Kota Jogja bersama dengan Taman Pengasuhan Anak di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat , Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Jogja mengadakan Forum Anak Lawan Pandemic (Fandemic). Acara tersebut bertujuan untuk mengedukasi anak-anak di Kelurahan Gunungketur mengenai virus corona penyebab Covid-19.

Lurah Gunungketur, Murwanto mengatakan acara yang diikuti anak-anak di kelurahannya tersebut dibalut dengan kemasan menarik dan menyenangkan. Tidak hanya itu acara tersebut juga mendengarkan keinginan anak-anak selama belajar di rumah. "Dalam acara tersebut juga mendengarkan aspirasi atau keinginan dari anak-anak, khususnya menyangkut pendampingan belajar yang dilakukan di Kelurahan Gunungketur," ujarnya ditemui pada Kamis (9/7/2020).

Murwanto mengatakan pendampingan belajar kepada anak-anak khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Gunungketur sudah dilakukan sejak lama. Para mentor merupakan para pemuda setempat yang menginjak jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), kuliah, maupun berprofesi sebagai guru di Kelurahan Gunungketur.

Dikatakan Murwanto seluruh RW di Gunungketur melakukan pendampingan belajar ini. Rata-rata satu RW ada 5-10 anak yang mengikuti pendampingan belajar ini. "Total kurang lebih 90 anak-anak di sembilan RW mengikuti pendampingan belajar ini," jelasnya. Pendampingan belajar diselenggarakan di Balai RW maupun di rumah Kepala RW yang dekat dengan rumah anak-anak.

Selama pandemi pembelajaran semakin digetolkan saat menyongsong ujian. Pasalnya proses belajar di rumah yang nyaris satu semester membuat anak dirasa perlu pendampingan dalam menghadapi ujian akhir. "Untuk akhir-akhir program pendampingan belajar lebih difokuskan pada Pendaftaran Peserta Didik Baru [PPDB]," jelas Murwanto.

Bagi anak usia dini, Murwanto menjelaskan ada program Warsimah yang diprakarsai Omah Kreatif Loedji 16 dan relawan mengajar. Untuk anak usia dini pembuatan prakarsa menjadi salah satu program yang dikembangkan.

Dari hasil Fandemic, Murwanto mengatakan beberapa anak memang menginginkan pendampingan belajar lebih banyak diisi dengan permainan-permainan yang menarik. Murwanto tak kaget akan hal itu, pasalnya selama pandemi anak mengalami kejenuhan ketika terus di rumah dan kurang interaksi dengan temannya.

Ke depannya Murwanto akan mempertimbangkan pendampingan belajar mencakup aspek yang menyenangkan seperti kesenian. Menurutnya hal tersebut sekaligus dapat melihat potensi anak memiliki kecenderungan bakat dibidang lainnya.