Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Kedelai - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan di Gunungkidul mencatat luas tanam kacang tanah di musim tanam kedua mencapai 22.000 hektare. Hingga sekarang sudah memasuki panen raya dengan produksi mencapai 3,68 ton per hektare.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, musim tanam kacang kedua terlaksana mulai Januari hingga Februari 2025. Berdasarkan catatan yang masuk, sejak akhir April hingga sekarang sudah memasuki masa panen.
Hal ini tak lepas dari masa pemeliharaan kacang yang membutuhkan waktu sekitar 90 hari. “Sudah mulai panen seperti di Kapanewon Tanjungsari, para petani sudah memetik panen kacang yang ditanam di awal Februari lalu,” kata Raharjo kepada wartawan, Senin (12/5/2025).
BACA JUGA: Presiden Francis Dituduh Pakai Narkoba
Menurut dia, pengubinan hasil panen kacang terus dilakukan untuk memastikan jumlah produksi yang didapatkan. Di sisi harga, komoditas kacang memiliki harga yang bagus karena menembus Rp22.000 per kilonya.
Diharapkan dengan hasil panen yang bagus, maka upaya menyejahterakan petani bisa diwujudkan. Pasalnya, dengan harga tersebut, maka berdasarkan perhitungan yang dilakukan, setiap hektarenya dapat terjual sebesar Rp44,4 juta.
“Panennya bagus karena bisa tembus 3,68 ton per hektar. Kalau kulitnya dikupas maka bisa menghasilkan sedikitnya 1,8 ton, tapi ada juga yang tembus 2,24 ton kacang pipil kering,” ungkapnya.
Penyuluh Pertanian Lapangan, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tanjungsari, Marwoto mengatakan, di wilayah tugasnya petani sudah mulai memanen kacang yang ditanam selama 90 hari. Secara produksi, kacang yang dihasilkan bagus karena keberadaan hujan di awal Mei juga ikut memberikan pengaruh terhadap perkembangan tanaman ini.
“Luas tanam kacang di Tanjungsari mencapai 1.820 hektare. Ini masih musim panen raya kacang di masa tanam kedua,” kata Marwoto.
Ia mengakui dari hasil pengubinan di beberapa titik berat kacang yang dihasilkan bervariasi. Dicontohkan, panen di Kalurahan Ngestirejo dari pengubinan diketahui hasilnya mencapai 3,68 ton kacang glondongan kering per hektarenya.
Adapun di Kalurahan Banjarejo, berdasarkan pengubinan yang dilakukan mampu menghasilkan kacang seberat 2,24 ton per hektarenya. “Rata-rata hasil panen kacang di musim tanam kedua bagus sehingga bisa meningkatkan pendapatan para petani. Dari sisi produksi, juga lebih baik dibandingkan periode sama di 2024,” katanya. (David Kurniawan)
Foto Istimewa Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul
Proses panen kacang di Padukuhan Mendang I, Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari. Foto diambil beberapa waktu lalu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Marc Marquez juara Sprint Race MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano. Bezzecchi kedua, Jorge Martin ketiga. Simak jalannya balapan.
Apple baru saja merilis iPhone Duo, terlambat delapan tahun dari Royole Flexpai. Simak sejarah ponsel lipat dan prediksi pasar dari IDC dan Counterpoint.
Veda Ega Pratama akan start P16 di Moto3 San Marino 2026. David Almansa merebut pole position dengan waktu 1:40,612.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama. Rodrigo Varanda mencetak gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit.
Jepang mengalahkan Korea Selatan 3-0 di semifinal AVC 2026. Jepang ke final dan selangkah lagi meraih tiket Olimpiade 2028.