Musim Ubur-Ubur Tiba Wisatawan Pantai Glagah Perlu Waspada
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Ilustrasi gedung sekolah yang rusak/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO–Sejumlah SD dan SMP di Kabupaten Kulonprogo bakal rehabilitasi pada 2025. Selain itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulonprogo juga akan melakukan pembangunan gedung. Sekarang prosesnya sedang dalam pencarian penyedia jasa konstruksi atau lelang.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana PAUD, Pendidikan Non Formal, SD, dan SMP Dikpora Kulonprogo, Dorojatun Kuncoroyakti membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sekarang ini baru dalam tahap perencanaann sehingga belum ada kegiatan pelaksanaan di lapangan. “SMP sudah proses tender sedangkan bulan depan baru proses tender SD,” katanya, Senin (12/5/2025).
Ia menjelaskan, semua pengerjaan menggunakan APBD Kulonprogo 2025. Untuk pelaksanaan pengerjaan fisik di lapangan ditargetkan secepatnya segera dimulai. Ia menyebutkan, untuk SMP Juli sudah mulai pengerjaan teknis dengan target rampungnya di November 2025. Sedangkan untuk SD estimasinya dimulai akhir Juli hingga awal Agustus dengan target selesainya juga sama yakni November.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Siapkan Rp5 Miliar untuk Relokasi SDN Bugel
“Semua anggarannya pakai APBD 2025 karena kebijakan DAK tahun ini berbeda tidak lewat Dikpora,” sambungnya.
Kebijakan pengggunaan DAK 2025 ini melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, Kuncoro sendiri tidak mengetahui pelaksanaan dan sasarannya seperti apa secara teknisnya sehingga semua dibebankan menggunakan APBD 2025.
Dia menuturkan, untuk SMP Negeri yang direnovasi yakni SMPN 2 Kokap dengan pagu Rp700 juta untuk talud pengaman gedung sekolah. “Kedua, rehab SMPN 2 Pengasih dan SMP 5 Wates pagunya Rp1,2 miliar untuk rehab kelas, rehab atap, dengan kondisi rusak sedang,” tuturnya. Selain rehab, untuk SMP juga ada pelanjutan pembangunan tahap kelima SMPN 1 Wates yang pagunya Rp4,8 miliar.
Sedangkan untuk rehabilitasi SD terdiri dari beberapat paket. Rehabilitasi SD paket A terdiri dari SDN Suroloyo dan SDN Madi Gondo Wetan dengan pagu anggaran Rp580 juta. Untuk rehabilitasi SD paket B untuk SDN Jatiroto dan SDN Sungapan dengan total pagu Rp650 juta. “Rehabilitasi SD paket C untuk SD Negeri Grindang, SD Negeri Kemaras, SD Negeri Pantaran, SD Negeri Blubuk dengan pagu Rp825 juta,” ucap Kuncoroyakti.
Rehabilitasi paket D untuk SD Negeri Pringtali dengan pagu Rp529 juta. Selain itu, Dikpora Kulonprogo juga melakukan pembangunan gedung baru untuk SDN Bugel di Panjatan yang pagunya mencapai Rp4,2 miliar.
SDN Bugel, kata Kuncoroyakti menjadi yang paling sangat membutuhkan gedung baru lantaran bangunan lamanya sudah tidak bisa digunakan. Kini para siswa bersekolah di dua unit rumah warga yang disewa.
Kepala SDN Bugel Ngadikin sangat berharap dapat segera terbangun gedung barunya agar para siswanya dapat belajar dengan fasilitas yang memadai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Survei Coursera 2026 menunjukkan 97 persen perusahaan di Indonesia kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding ijazah dalam merekrut karyawan entry level.
Nissan Leaf Nismo resmi meluncur di Jepang dengan fokus pada handling dan desain sporty, bukan peningkatan tenaga. Cek spesifikasi lengkapnya!
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Maroko menamai jalan raya sepanjang 1.055 kilometer dengan nama Donald Trump. Langkah ini dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik AS dan Maroko terkait
Peretas curi 30 TB data militer dari IMCO, pemasok tank Merkava Israel. Dokumen sensitif dan cetak biru senjata diduga bocor dalam serangan siber ini.