Nekat Pulang ke Madura, Warga di Bantul yang Positif Covid-19 Mengaku Bisa Sembuh Tanpa Dirawat

Ilustrasi. - Freepik
10 Juli 2020 17:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pemkab Bantul melakukan tracing atau penelusuran terhadap sejumlah tetangga pasien Covid-19 yakni kasus 99, warga Dlingo, Bantul.

Langkah ini dilakukan menyusul aksi penolakan pasien kasus 99 untuk melakukan karantina mandiri dan menjalani perawatan. Pasien ini justru memilih nekat pulang ke Pulau Madura, Jawa Timur.

“Dua tetangga kontrakannya sempat kontak erat. Saat ini keduanya sudah kami uji usap,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, Jumat (10/7/2020).

Oki-panggilan akrab Sri Wahyu menyatakan, tracing terhadap orang lainnya yang sempat kontak dengan kasus 99 kini terus dilakukan. Untuk memastikan orang yang sempat kontak dengan kasus 99 terpapar Covid-19 atau tidak maka pihaknya memaksimalkan keberadaan uji usap.

“Langsung kami lakukan uji usap. Agar lebih mudah dan mempercepat pendeteksiannya,” lanjutnya.

Oki mengungkapkan, sejatinya kasus 99 kali pertama diketahui, Kamis (9/7/2020) lalu. Saat itu, pasien tersebut baru saja pulang dari Pulau Madura.

Sesampai di rumah kontrakannya, pasien seharusnya menjalani isolasi mandiri dan menjalani tes cepat. Saat dilakukan tes cepat, pasien ini reaktif.

“Senin langsung kami uji usap di puskesmas terdekat dan hasilnya positif,” paparnya.

Usai mengetahui dirinya positif, pasien kasus 99 ini justru menolak dirawat dan menjalani isolasi. Ia justru memilih pulang ke Pulau Madura.

“Ia pilih pulang dengan kendaraan pribadi,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai alasan pasien kasus 99 enggan dirawat, Oki menyatakan, jika yang bersangkutan mengaku kepada petugas puskesmas setempat, Covid-19 bisa sembuh tanpa harus perawatan.

Oki berharap apa yang dilakukan oleh pasien kasus 99 ini adalah insiden terakhir.

“Kami berharap masyarakat mematuhi setiap arahan dari kami,” ucapnya.