Orang yang Kontak dengan Karyawan Puskesmas Banguntapan II yang Positif Covid-19 Kini Ditelusuri

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
14 Juli 2020 16:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak lima orang asal Kecamatan Sewon dipastikan telah ditracing dan diuji usap oleh Dinkes Bantul.

Hal ini dilakukan setelah kelima orang itu sempat kontak dengan pasien kasus 104, yang tidak lain adalah karyawan Puskesmas Banguntapan 2.

“Sejauh ini hanya 5 warga tersebut, jika pun ada warga yang kontak, kami persilakan lapor,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa, Selasa (14/7/2020).

Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa menambahkan, akibat adanya kasus 104, saat ini Puskesmas Banguntapan 2 ditutup sementara hingga Rabu (15/7/2020). Penutupan ini dilakukan karena di lokasi tersebut akan didisinfektan dan sterilisasi.

“Sementara masih ditutup,” lanjut Oki.

Camat Banguntapan Fauzan Mu’arifin mengatakan, laki-laki berusia 23 tahun atau yang disebut kasus 104 tersebut kali pertama diketahui terpapar Covid-19 setelah adanya uji usap yang keluar pada Senin (13/7/2020).

“Sejauh ini telah ada tracing terhadap beberapa orang di Kecamatan Sewon, karena dia bertempat tinggal di Sewon,” katanya.

Kendati demikian, Fauzan menyatakan, tracing terhadap kemungkinan ada pengunjung puskesmas yang terkontak dengan kasus 104 masih dilakukan oleh pihak puskesmas Banguntapan 2.

“Karena sempat memberi pelayanan. Jumlahnya tidak banyak, di bawah 10 orang,” terangnya.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 beberapa hari terakhir di Bantul dipastikan tidak mengganggu kapasitas Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19.

Direktur RS Lapangan Covid-19 Bantul, Tarsisius Glory menyatakan sejauh ini tidak ada kendala dengan kapasitas ruang rawat inap di tempatnya. Sebab, dari 50 tempat tidur baru terisi 34 pasien.

“Jadi tidak ada masalah. Masih bisa menampung. Begitu juga dengan pembiayaan dan kelengkapan untuk APD [Alat Perlindungan Diri], sejauh ini mencukupi,” ungkapnya.