122 Tersangka Diungkap Selama Operasi Pekat 2020 di DIY

Ilustrasi penangkapan - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
14 Juli 2020 09:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, DEPOK--Polda DIY bersama Polres jajarannya telah menyelesaikan operasi penyakit masyarakat atau Pekat Progo 2020. Selama 10 hari, aparat kepolisian berhasil mengungkap 86 kasus dengan 122 tersangka beserta 1.288 barang bukti (BB).

Operasi Pekat Progo itu dimulai sejak 3 Juli lalu dan berakhir pada 12 Juli 2020. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan operasi ini melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda DIY dan Polres jajaran di lima kabupaten/kota.

BACA JUGA : Polda DIY Ungkap 46 Kasus dalam Operasi Pekat

Menurutnya, operasi pekat ini untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) seperti perjudian, miras, narkoba, prostitusi, dan kejahatan jalanan.

Kasus terbanyak yang diungkap merupakan kasus miras dengan BB terbanyak yaitu 223 target operasi (TO) dan 591 non target operasi (NTO). Kemudian narkoba dengan 292 NTO, perjudian dengan 53 TO dan 65 NTO, prostitusi dengan 25 TO dan 15 TO, dan yang terakhir yaitu kejahatan jalanan dengan 23 TO dan 1 NTO.

BACA JUGA : 129 Pelaku Terjaring Operasi Pekat 2017 oleh Polda DIY

Adapun ungkap kasus terbanyak dilakukan oleh Polres Kulonprogo dengan 24 kasus (4 TO dan 20 NTO), disusul Polresta Jogja dan Polres Sleman sama-sama 9 kasus (5 TO dan 4 NTO), Polres Bantul 7 kasus (4 TO dan 3 NTO) dan Polres Gunungkidul 6 kasus (4 TO dan 2 NTO).

"Meski pelaksaan operasi pekat telah selesai, upaya menjaga kondusivitas dan kamtibmas tetap akan dilakukan, sehingga jika ada yang melakukan pekat tetap akan ditindak tegas," kata dia Senin (14/7/2020).