Dukuh di Kalasan yang Tertangkap Basah Selingkuhi Warganya Didesak Mundur

Ilustrasi perselingkuhan. - JIBI
14 Juli 2020 13:27 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kasus perselingkuhan seorang dukuh di Kalasan, Sleman berujung desakan mundur.

Puluhan warga di sebuah pedukuhan di Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY mendatangi kantor balai desa Senin (13/7/2020). Mereka menuntut kepala dukuh DP (50) mundur dari jabatannya. Sebelumnya warga menangkap DP berselingkuh dengan warganya.

Tokoh masyarakat setempat Tri Wibowo mengatakan, warga datang karena surat pengunduran diri kepala dukuhnya belum direspons oleh pihak desa. Padahal setelah ditangkap warga pada Kamis (7/7/2020), dia sudah membuat surat pengunduran dirinya.

“Surat pengunduran diri sudah ada, tetapi desa belum ada informasi lebih,” katanya.

Warga berharap pemerintah desa segera merespons tuntutan warga yang meminta kepala dukuh diberhentikan. Oknum dukuh tersebut tidak layak memimpin, karena melakukan perbuatan tidak terpuji.

Sebagai kepala dukuh, semestinya dia mengayomi warganya. Namun yang terjadi justru berselingkuh dengan AR (40) yang merupakan warganya sendiri. Ironisnya, perbuatan asusila ini dilakukan ketika suami AR tengah ronda.

“Pejabat harus jadi panutan, jangan memberi contoh yang jelek,” katanya.

Pj Kades Tamanmartani, Joko Susilo mengatakan, desa terus memantau perkembangan kasus tersebut. Mereka juga akan menindaklanjuti permasalahan yang ada sesuai dengan aturan. Termasuk terhadap surat pengunduran diri yang dipermasalahkan warga.

Sesuai mekanisme yang ada, surat pengunduran diri ini akan diproses maksimal 14 hari. Surat pengunduran diri masuk proses registrasi pada Jumat (10/7/2020) pagi. Setelah itu akan diadakan musyawarah dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Hari ini kita akan mengadakan rapat dengan BPD,” katanya.

Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Selingkuhi Warganya, Dukuh Cageran di Sleman Dituntut Mundur"

Sumber : iNews.id