Bus Wisata Pengangkut Pelancong Mulai Berdatangan ke Jogja

Kawsan Titik Nol Kilometer dipenuhi wisatawan beberapa waktu lalu - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
15 Juli 2020 18:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Taman parkir Senopati mulai dipadati kendaraan luar kota. Bus pariwisata yang memuat puluhan wisatawan pun tercatat telah memasuki Jogja.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Jogja Imanudin Aziz menyebutkan taman parkir Senopati mengalami kenaikan muatan diakhir pekan. Aziz mengatakan kenaikan itu terjadi di akhir pekan lalu. "Dari Kamis ada 10 bus, Jumat kosong, Sabtu 10 bus, Minggu ada 15 (13 bus dan dua elf)," terang Aziz pada Selasa (14/7/2020).

Aziz menambahkan bila rata-rata dari luar daerah. Wisatawan tersebut datang dari kawasan pantura, Semarang dan sekitarnya, Jawa barat seperti Tasikmalaya. "Kita menerapkan protokol kesehatan yang pertama, alat cuci tangan diperbanyak dibeberapa titik, imbauan melalui pengeras suara untuk emakai masker," jelasnya.

Menyangkut kapasitas parkir, saat ini parkir Senopati hanya menampung 50 persen dari kapasitas normal. Jarak antar kendaraan pun batasi. "Senopati kapasitasnya 30 bus, sekarang cuma 15, kalau kemudian penuh kita minta di tempat parkir lain yang kosong," jelas Aziz.

Sementara itu kapasitas penumpang dalam bus pun akan dibatasi maksimal 75 persen. "Kalau bus besar 50 sampai 55 jadi 40 saja, seperti contohnya tanggal 19 Juli nanti rencana ada bus yang masuk itu kita minta info maksimal 40 seat," terangnya.

Diakui Aziz ada penumpang yang tidak membawa surat sehat. Pihaknya menjelaskan biasanya pihak biro travel yang akan mengurus dan menunjukkan surat sehat. "Kemarin, bahkan ada dari Surabaya, Malang itu pasti kita cek, rata-rata kemarin itu separuh seat nya, dari rombongan itu bawa satu [surat kesehatan] dari biro travelnya," jelasnya.

Aziz menerangkan dari aturan Kemenhub RI menyebutkan masing-masing penumpang angkutan darat juga harus bawa surat kesehatan. "Kalau surat kesehatan itu paling cek aja, kalau dari sana [tempat asal] pasti otomatis [dicek], kalau disini kita sekedar mengecek saja," ujarnya. Aziz menambahkan bila ada penumpang yang tidak bawa maka akan diimbau untuk ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat, jika ada suhu di atas normal. "Kita lebih pada protokol kesehatan di tempat parkir, kami sedang koordinasi dengan tempat parkir tentang persiapan untuk hari minggu, kami ingin koordinasi intens dengan pengelola untuk penyediaan alat kesehatan," ujarnya.