Cegah Kekeringan, PDAM Sleman Akan Suplai Air Bersih ke Prambanan

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
16 Juli 2020 06:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kebutuhan air bersih masyarakat di perbukitan di wilayah Prambanan tahun ini akan disuplai oleh PDAM Sleman. Suplai air bersih dari PDAM tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Sleman untuk menghapus stigma Prambanan sebagai daerah kekeringan.

Sekda Sleman Hardo Kiswoyo mengatakan Pemkab berupaya menyelesaikan permasalahan kekeringan di Prambanan dengan merevitalisasi sistem penyediaan air minum melalui PDAM Sleman. "Ini kami lakukan agar semua masyarakat mendapatkan haknya untuk pelayanan dasar terutama air minum," katanya, Rabu (15/7/2020).

Wilayah Prambanan, kata Hardo, memiliki potensi wisata yang cukup strategis. Selain destinasi wisata Candi Prambanan, masih terdapat destinasi wisata unggulan lain seperti Candi Barong, Candi Ijo, Tebing Breksi dan beberapa destinasi wisata lainnya. Meskipun memiliki potensi tersebut, Prambanan juga memiliki kawasan rawan kekeringan.

BACA JUGA : Ratusan Ribu Penduduk Gunungkidul Sudah Terdampak

"Hampir setiap tahun musim kemarau, beberapa kawasan, terutama di wilayah Desa Sumberharjo, Gayamharjo dan Wukirharjo, terutama yang di atas perbukitan sering mengalami krisis air bersih," katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemkab akan mengoptimalkan jaringan air bersih ke titik-titik kekeringan melalui PDAM. Rencana tersebut sudah disampaikan baik ke Pemdes, pengelola Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) maupun pihak kecamatan saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Air Bersih PDAM di Wilayah Kecamatan Prambanan Kamis (9/7/2020) lalu.

"Kami mengapresiasi rencana yang disambut positif baik dari Pemdes baik Gayamharjo, Sumberharjo maupun Wukirharjo dan juga Camat Prambanan. Kami berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat Sleman yang kekurangan air minum," katanya.

Direktur PDAM Tirta Sembada Dwi Nurwata mengharapkan dukungan semua pihak terkait rencana tersebut, terutama dari OPPA dan masyarakat Gayamharjo, Wukirharjo dan Sumberharjo.

"Kami bukan bermaksud melakukan ekspansi, tetapi lebih pada peningkatan pelayanan agar semua masyarakat Sleman terlayani air bersih," katanya.

BACA JUGA : Atasi Kekeringan, BPBD Gunungkidul Siapkan Dana

Dijelaskan Dwi, kebijakan Pemkab tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan air besih dan air minum masyarakat. Terutama saat musim kemarau. Dengan kebijakan tersebut, diharapkan tidak ada lagi droping air ke Prambanan pada musim kemarau tahun ini.

"Kami akan menggandeng OPPA untuk melakukan inventarisasi jaringan pipa termasuk yang masuk rumah warga," katanya.

Inventarisasi jaringan pipa tersebut penting agar proses distribusi air bersih bisa dilakukan secara optimal. Termasuk kualitas pipa air yang selama ini disuplai oleh OPPA. Apalagi, katanya, ada pipa jaringan air yang berada di perakarangan warga.

"Kalau jaringan air di pekarangan warga tentu kami akan kesulitan jika suatu saat dilakukan pemeliharaan," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi ke tiga wilayah tersebut pihaknya akan menggunakan sumber air dari Pendekan Berbah. Sumber air yang dibangun oleh DPUP KP Sleman tersebut memiliki kapasitas produksi air 8-10 liter per detik.

"Dengan kapasitas produksi air dari Sumber Pendekan, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk 900 KK di perbukitan Prambanan," katanya.

Untuk menarik air dari Pendekan, lanjut Dwi, PDAM menyiapkan empat mesin pompa untuk menaikkan air dari Pendekan, Losari, Gayamharjo hingga bukit Mintorogo.

"Dari sumber ini, air dinaikkan ke Bukit Mintorogo. Dengan gravitasi bumi akan di alirkan ke wilayah di bawahnya. Uji coba kami lakukan pekan ini," katanya.