Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul berencana merelokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Segoroyoso karena RPH tersebut dinilai terlalu sempit dan tidak mampu menampung banyak sapi yang dipotong.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan RPH Segoroyoso yang ada saat ini hanya mampu memotong 10-12 ekor sapi per sehari. Sementara kebutuhan daging di pasaran Bantul cukup tinggi. Maka tidak heran masih banyak sapi yang dipotong di rumah-rumah atau halaman.
Padahal jumlah jagal cukup banyak. Khusus Desa Segoroyoso saja jumlah jagal mencapai 30 orang dan tiap jagal bisa menyembelih tiga ekor dalam sehari, “Ke depan kami harus berpikir untuk merelokasi RPH ke tempat yang lebih memadai,” kata Helmi saat mengunjungi RPH Segoroyoso bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bantul dan TPID DIY, Selasa (21/7/2020).
Kehadiran TPDI tersebut untuk memastikan proses penyembelihan sapi dilakukan sesuai protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi. TPID juga meminta ada edukasi bagi masyarakat yang menyembelih hewan di luar RPH agar daging yang dihasilkan benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal atau ASUH.
Helmi mengatakan RPH Segoroyoso yang ada saat ini merupakan bangunan zaman Belanda yang berdiri di atas lahan sekitar 700 meter persegi. Bangunan tersebut sempat rusak diguncang gempa pada 2006 lalu kemudian diperbaiki menggunakan APBD Bantul dan APBD DIY.
Menurut dia, RPH itu sudah saatnya diperbaiki dan diperluas mengingat kebutuhan penyembelihan hewan juga meningkat. Pihaknya sudah mendapat gambaran lokasi RPH baru yang lebih luas sekitar satu hektare, “Lokasinya masih di Segoroyoso tapi beda dusun,” kata dia.
Namun demikian karena lahan bakal RPH itu merupakan lahan kas desa sehingga pihaknya perlu menyelesaikan administrasi pemanfaatan lahannya karena perlu mendapat izin dari Pemda DIY. Ia menargetkan RPH segera terwujud dalam waktu dekat, “Harapannya RPH itu nanti dapat mengakomodasi semua jagal yang berjumlah 30 orang,” ucap Helmi.
Kepala UPTD RPH Segoroyoso, Rusdi Harminto menambahkan bahwa semua jagal di Bantul rata-rata sudah menyadari pentingnya pemotongan di RPH namun karena kapasitas RPH terbatas sehingga tidak ada pilihan lain selain melakukan pemotongan di rumah. Ia berharap relokasi RPH segera terealisasi karena selain menjamin daging ASUH juga bebas dari pencemaran lingkungan.
Selain itu pendapatan asli daerah (PAD) juga dipastikan meningkat. “Sekarang mau meningkatkan PAD juga tidak bisa karena memang kapasitas pemotongan terbatas,” kata dia.
Untuk biaya pemotongan hewan di RPH per ekor Rp30.000. Rusdi mengatakan idealnya Bantul memiliki RPH seperti di Malang yang berkapasitas 30 ekor per hari.
Rusdi menambahkan selama pandemi ini pemotongan hewan sempat mengalami penurunan bahkan awal Maret hanya 2-3 ekor per hari. Namun menjelang Iduladha ini mengalami penambahan hingga 6-7 ekor per hari, bahkan terkadang 10-12 ekor dalam sehari.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana (tengah) mendukung penuh perluasan RPH Segoroyoso. “Berharap tempat lebih lega, kapasitas pemotongan lebih baik dan penataan lebih sempurna sehingga Pemkab dapat memenuhi kebutuhan daging hewan lebih sehat, terjamin kehalalan dan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan haknya, dapat daging baik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.